Grab sumbang Rp8,9 triliun ke perekonomian Surabaya, ini penopangnya

Senin, 4 November 2019 | 22:46 WIB ET
Deputy Head of Public Affairs, Grab Indonesia Tirza Reinata Munusamy (kanan) bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. H. RB. Fattah Jasin, MS di acara Diskusi Publik mengenai Manfaat Ekonomi Digital - Grab For Good: Kontribusi Grab terhadap Ekonomi Indonesia, di Surabaya, Senin (4/11/2019).
Deputy Head of Public Affairs, Grab Indonesia Tirza Reinata Munusamy (kanan) bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. H. RB. Fattah Jasin, MS di acara Diskusi Publik mengenai Manfaat Ekonomi Digital - Grab For Good: Kontribusi Grab terhadap Ekonomi Indonesia, di Surabaya, Senin (4/11/2019).

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tak bisa dipungkiri, era disrupsi industri 4.0 ikut membawa dampak pertumbuhan perekonomian negara. Salah satu sektor yang ikut berperan dalam peningkatan perekonomian di era digital saat ini adalah layanan transportasi daring.

Berdasar riset yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics terkait dampak kehadiran ekonomi digital bagi masyarakat, dengan studi kasus, Grab, terbukti mampu menyumbang perekonomian negara dan wilayah operasionalnya.

Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Yose Rizal Damuri menyatakan, pada periode November - Desember 2018 tercatat kontribusi kehadiran Grab bagi perekonomian nasional Indonesia sebesar Rp 48,9 triliun. 

Ini merupakan hasil survei yang dilakukan di lima kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan.

Khusus di kota Surabaya, data menunjukkan Grab berkontribusi sebesar Rp 8,9 triliun pada tahun 2018. Kontribusi terbesar dihasilkan oleh mitra GrabFood sejumlah Rp 4,2 triliun, diikuti GrabBike sebesar Rp 3,5 triliun, GrabCar senilai Rp 1,1 triliun, GrabKios individual dan toko sebesar Rp 49 miliar.

"Survei juga menyebut pendapatan mitra pengemudi GrabBike meningkat sebesar 144% dan GrabCar sebesar 114%. Juga, penjualan mingguan mitra merchantGrabFood meningkat sebesar 34%. Selain meningkatkan pendapatan para mitra, Grab juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja. 38% mitra pengemudi GrabBike, 40% agen individual GrabKios, serta 35% mitra pengemudi GrabCar yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan, kini dapat memperoleh penghasilan setelah bermitra dengan Grab," papar Yose Rizal pada diskusi publik mengenai Manfaat Ekonomi Digital - Grab for Good di Surabaya, Senin (4/11/2019).

Dia bilang, formulasi kebijakan terkait ekonomi digital seharusnya mempertimbangkan kesejahteraan seluruh pihak terkait agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal.

"Melalui riset ini, kita bisa melihat bagaimana Grab memberikan peluang yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, termasuk Surabaya, untuk mengambil peran dalam ekonomi digital. Pertumbuhan ekonomi ini harus bisa dinikmati oleh setiap orang dari berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari bisnis-bisnis skala kecil hingga masyarakat umum. Satu-satunya cara kita semua dapat meraih kesuksesan adalah dengan memastikan setiap pihak benar-benar menjalankan fungsinya," jelas Yose Rizal.

Deputy Head of Public Affairs, Grab Indonesia, Tirza Reinata Munusamy mengatakan, Indonesia siap menjadi salah satu ekonomi terbesar di Asia, namun pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk ikut tumbuh bersama Indonesia yang tengah tumbuh.

"Jika sektor swasta secara aktif menciptakan program-program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang, dan proses pembelajaran keterampilan-keterampilan baru dapat dengan segera mengubah kehidupan lebih banyak orang di Indonesia. Grab ingin membangun sebuah platform yang inklusif, dan telah menjadi komitmen kami untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi. Grab for Good," ulasnya.

Menurutnya, teknologi dan model bisnis Grab memungkinkan orang dengan disabilitas tetap menjadi tenaga kerja produktif dan makin mandiri. Saat ini ada 700 orang dengan disabilitas di Asia Tenggara termasuk di Indonesia, yang menjadi wirausahawan mikro dan Grab tengah mengembangkan platform dan prosedur operasi standar agar lebih banyak orang tuli dapat menjadi mitra pengemudi.

"Sebagai bagian dari komitmen Grab for Good, peningkatan proses dan sejumlah fitur baru akan ditambahkan ke dalam aplikasi Grab untuk memudahkan mitra pengemudi berkomunikasi dengan para pelanggan, mendapatkan bantuan layanan pelanggan melalui fitur pesan instan khusus. Selain itu, Grab juga akan melakukan serangkaian pelatihan bulanan untuk memastikan mitra pengemudi dapat melayani pelanggan penyandang disabilitas," ujar Tirza. kbc7

Bagikan artikel ini: