Pemerintah pastikan kenaikan harga gas industri dibatalkan

Kamis, 31 Oktober 2019 | 21:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga gas industri batal naik bulan depan. Sedianya, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN bakal mengerek harga gas industri mulai 1 November 2019.

"Selama mungkin (harga ditahan). Sampai akhir tahun pasti (harga gas tidak naik)," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Dia mengungkapkan, keputusan tersebut diambil pihaknya untuk menjaga daya saing industri. Ia mengingatkan industri banyak berperan dalam menyerap tenaga kerja.

"Kondisi ekonomi saat ini berat. Kalau ini (harga gas) naik juga bisa menyebabkan dampak yang tidak baik untuk industri," ujarnya.

Sebagai gambaran, jika harga gas industri naik maka biaya produksi akan ikut terkerek. Imbasnya, harga produk yang dijual berisiko semakin mahal.

Sebagai informasi, rencana kenaikan harga gas industri dilatarbelakangi oleh meningkatnya ongkos biaya pengadaan gas dan biaya operasional, serta perubahan kurs rupiah terhadap dolar AS.

"Dengan beban biaya yang terus meningkat tentu ruang bagi PGN untuk mengembangkan infrastruktur gas bumi menjadi semakin terbatas. Sementara, banyak sentra-sentra industri baru, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur yang belum terjamah gas bumi," ujar Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama beberapa waktu lalu.

Saat ini, perusahaan menjual gas ke konsumen dengan harga berkisar US$8 hingga US$10 per MMBTU. Rachmat mengklaim perusahaan tidak pernah menaikkan harga gas sejak 2013. kbc10

Bagikan artikel ini: