Hadapi tantangan energi masa depan, PJB Connect 2019 angkat isu energi ramah lingkungan

Selasa, 29 Oktober 2019 | 17:09 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perhelatan akbar kelistrikan, PJB Connect 2019 mulai digelar hari ini hingga esok hari. Dengan mengambil tema "Facing future energy & Operational excellence, event kali ini diharapkan bisa memberikan solusi tepat dalam bidang kelistrikan, utamanya terkait isu global kelistrikan saat ini yaitu energi ramah lingkungan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Rida Mulyana  selaku Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM,  Supangkat Iwan Santoso selaku Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero),  Sriyono D. Siswoyo selaku Komisaris Utama PT PJB, dan Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara.

Sejumlah pakar dari perguruan tinggi, Lembaga riset, peneliti, dan perusahaan dari 12  negara dipastikan hadir dan menjadi pembicara dalam seminar. Mereka berasal dari  Denmark, Singapura, Jerman, Australia, Indonesia, Canada, Malaysia, Inggris, Jepang, Korea Selatan, China, USA, Switzerland, India,  dan Thailand.

"Kami menyadari bahwa dengan semakin menguatnya isu Climate Change secara global, maka energy masa depan yang ramah lingkungan adalah sebuah keniscayaan. Melalui gelaran ini kami berharap akan ada banyak ide yang diperoleh. Karena event ini adalah ajang berkumpulnya ahli kelistrikan tanah air dan luar negeri. Ada  perwakilan dari 12 negara yang datang dan mengikuti seminar. Mereka berbagi pengetahuan dan teknologi terkini untuk menghadapi tantangan energi di masa mendatang  dan operational excellent di bidang pembangkitan," kata  Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara saat pembukaan PJB Connect 2019 di kantor PT PJB di Surabaya, Selasa (29/10/2019).

Menurutnya, tema "Facing Future Energy & Operational Excellence" ini  sangat relevan dengan terjadinya  fenomena 3D (Dekarbonisasi, Digitalisasi, dan Desentralisasi) yang mendorong percepatan pergerakan energi baru dan terbarukan.  Dimana fenomena itu memacu perkembangan teknologi energi terbarukan, inovasi dalam energy storage,  digitalisasi, serta  peningkatan distribusi dan pembangkitan energi  hingga  makin mempercepat pergerakan transisi energi global.

"Topik seminar berkaitan dengan Prospek energi terbarukan, Tantangan 3D,  Electric vehicle and charging technology, Energy storage technology and ancillary services, EPC pembangkit, MRO technology and services, Predictive technology and services, Power plant technology in industrial revolution 4.0, Power plant technology and services, Electric system, control, and instrumentation system, dan CFB Boiler," ujarnya.

Iwan Agung mengatakan bahwa agenda ini menjadi salah satu kontribusi PJB bagi ketenagalistrikan di Indonesia dalam menghadapi tantangan energi  masa depan dan mendukung pelaksanaan operational excelent. 

Ia juga berharap agar PJB Connect dapat  menjadi penghubung antara berbagai stakeholder dalam dunia kelistrikan. Baik penghubung antara supply chain kelistrikan  dengan para user,  penghubung  antara ide-ide pengembangan kelistrikan  di lingkungan  akademisi ke dalam dunia industri, maupun  penghubung antara  isu-isu standar internasional ke dalam industri nasional.

“Selama tiga tahun pelaksanaan PJB Connect telah terjadi interaksi positif antara  supplier dengan para user yang juga berkembang setelah acara.  Ilmu yang diberikan oleh pembicara dari luar bisa diserap dan dijadikan capability development di PJB. Saya harap PJB Connect 2019 dapat lebih berperan positif bagi perkembangan kelistrikan di Indonesia” pungkas Iwan Agung. kbc6

Bagikan artikel ini: