BCA sebut MRT dan ojol jadi biang penurunan kucuran kredit

Selasa, 29 Oktober 2019 | 07:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Central Asia Tbk atau BCA mencatat adanya penurunan terhadap kinerja kredit konsumer khususnya kredit kepemilikan kendaraan bermotor (KKB) sepanjang triwulan III 2019. Penurunan kredit KKB tersebut disebabkan adanya penurunan pada pembiayaan kredit kendaraan bermotor.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, ada dua faktor yang membuat kredit kendaraan bermotor menurun. Pertama karena membaiknya infrastruktur transportasi publik yang ada khususnya di Jakarta dan kedua karena adanya penetrasi transportasi berbasis online atau ojek online (Ojol).

"Salah satu faktornya adanya transportasi online, juga adanya Moda Raya Terpadu (MRT). Karenanya orang pergi ke kantor sekarang tidak harus bangun pagi, mereka cukup pakai transportasi online," kata Jahja di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019).

Merujuk laporan keuangan pada triwulan III 2019, kredit untuk segmen konsumer BCA tercatat mampu meningkat sebesar 4,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy) atau sebesar Rp 156,3 triliun. Meski meningkat, kredit KKB yang masuk dalam komponen kredit konsumer justru menurun.

BCA mencatat kredit KKB turun 2 persen menjadi Rp 47,8 triliun. Sedangkan komponen kredit konsumer lain yakni kredit beragun properti tetap (KPR) tumbuh 6,8 persen menjadi Rp 92,1 triliun. Adapun secara umum total kredit masih tumbuh 10,9 persen yoy menjadi Rp 585 triliun.

Selain itu, Jahja pun menyebutkan bahwa penyaluran kredit untuk KPR juga lesu meski masih tercatat tumbuh di atas 6 persen. Menurut dia, pertumbuhan pembelian rumah kini lebih banyak didorong oleh pembelian rumah sebagai kebutuhan tinggal bukan lagi investasi.

Menurut Jahja, dugaan penyebab penurunan tersebut semakin kuat usai dia menghubungi sejumlah developer perumahan atau properti. Para developer tersebut menyatakan bahwa sebesar 50 persen orang membeli rumah lebih banyak untuk kebutuhan sendiri.

"Sekarang yang rental turun karena tidak memperoleh capital gain, bahkan harga juga mulai jatuh. Itu yang buat KPR sekarang murni untuk kebutuhan, jauh berkurang yang untuk investment," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: