Peak season, ini strategi peritel gaet konsumen jelang akhir tahun

Senin, 28 Oktober 2019 | 06:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha ritel mempersiapkan strategi menjelang akhir tahun guna mendongkrak penjualan. Adapun tren penjualan di akhir tahun 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan penjualan biasanya.

CEO PT Mega Perintis Tbk, FX Afat Adinata mengatakan, menyambut akhir tahun ini pihaknya telah mempersiapkan strategi untuk mendongkrak penjualan. "Mulai dari ekspansi, produk baru, hingga diskon," ujarnya akhir pekan lalu.

Dia menyebutkan dari sisi ekspansi pihaknya sejauh ini telah merealisasikan 29 gerai baru dari target 30 gerai. Sedangkan, gerai terakhirnya di tahun ini akan dibuka pada bulan depan yang berlokasi di Medan.

Asal tahu saja, untuk ekspansi sendiri emiten dengan kode saham ZONE di Bursa Efek Indonesia ini menyiapkan anggaran belanja modal atawa capital expenditure Rp 30 miliar.

Selanjutnya, dari produk Afat bilang pihaknya akan menyiapkan produk winter lantaran menjelang natal. "Serta, seperti peritel lainnya juga akan memberikan promo-promo," tandasnya.

Pihaknya pun optimis menyambut nataru. Menurutnya, penjualan akhir tahun lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan pada umumnya. "Peningkatan bisa 1,5x bulan biasa," terangnya.

Head of Corporate Communication PT Matahari Putra Prima Tbk, Fernando Repi mengatakan, pihaknya sendiri sejauh ini juga telah melakukan pembukaan beberapa gerai baru sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan. "Gerai baru sudah ada yang ditambahkan," ujarnya.

Sayangnya, pihaknya tidak menyebutkan berapa banyak gerai baru yang telah dibuka. Ia menuturkan, untuk bidikan lokasinya sendiri disebutkan bahwa untuk ekspansi sendiri pihaknya akan terus bekerja sama dengan para pengembang properti.

Menurutnya, hal tersebut lantaran pihaknya enggan untuk membuka gerai mandiri. Sekedar informasi, Emiten dengan kode saham MPPA ini mengoperasikan gerai Hypermart, FMX, Boston Foodmart.

Tahun ini pihaknya juga mulai meluncurkan HyFresh yang mana berisikan bahan makanan-makanan segar. Upaya tersebut dilakukan lantaran pada awal tahun pihaknya menyebutkan berencana melepas SmartClub yang mana merupakan segmen bisnis B2B. Dari sana, MPPA ingin kembali sebagai peritel dengan mengutakan konsumen atawa bisnis B2C. kbc10

Bagikan artikel ini: