Ini penyebab ekspor RI kalah dari Vietnam menurut Mendag Agus Suparmanto

Jum'at, 25 Oktober 2019 | 06:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto menyampaikan sejumlah tugas yang dia terima dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya terkait perjanjian luar negeri untuk menggenjot ekspor.

"Perjanjian luar negeri beberapa perjanjian bilateral, multilateral dan ini saya pastikan akan ditingkatkan dan itu harapan Presiden," kata Mendag di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

"Kita akan me-review mana perjanjian luar negeri yang memang betul-betul menguntungkan. Artinya kita akan lihat produk-produk mana yang bisa diekspor," ujar Agus.

Perjanjian dagang, kata dia, sangat penting untuk mendorong kinerja ekspor Indonesia. Sebab, selama ini, salah satu penyebab Indonesia kalah saing di pasar ekspor karena belum kuat dari sisi perjanjian dagang.

"Negara Asean saja, misalnya Vietnam. Vietnam ini khususnya perdagangan, mungkin produknya ada yang sama dengan kita, perbedaan kita lebih baik sedikit, tapi peluang ekspor kita kalah dengan mereka. Terutama negara penerima. Jadi mereka lebih diuntungkan dengan perjanjian internasional tadi. Misalnya tarif, kita lebih besar. Nah ini tidak menguntungkan (bagi Indonesia)," tegas Mendag.

Tugas yang juga diamanatkan Jokowi pada dia terkait pengembangan SDM sektor perdagangan. Naiknya kualitas SDM, diharapkan berbanding lurus dengan kenaikan kualitas produk ekspor Indonesia.

"Mengenai produk-produk ekspor, saya akan menciptakan iklim yang sehat di dunia usaha, terutama produk yang bisa diproduksi untuk ekspor, dan juga diversifikasi produk tradisional. Pasar tradisional ini mesti digiatkan supaya bisa diekspor dengan cara misalnya kualitas. Kualitas ini kita harus tingkatkan dengan SDM," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: