Lindungi masyarakat, OJK siap tindak tegas fintech ilegal

Kamis, 24 Oktober 2019 | 11:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi tak akan mentolerir segala tindakan pelaku fintech lending yang beroperasi secara ilegal. Tindakan tegas OJK bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat agar tidak terjerat dalam kegiatan fintech ilegal.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengatakan, Satgas Waspada Investasi secara berlanjut melakukan pemantauan terhadap aplikasi atau situs yang menawarkan pinjaman online ilegal dan langsung memberangus tanpa menunggu ada korban.

Menurut Tongam, hingga saat ini terdapat 1.477 fintech lending ilegal yang telah dihentikan kegiatan usahanya. Meskipun sudah banyak yang dihentikan, tetapi penawaran fintech ilegal ini masih tetap marak.

"Ini akibat kemajuan teknologi informasi yang memudahkan pembuatan aplikasi atau situs penawaran pinjaman ilegal. Selain itu, tingkat pemahaman masyarakat kita mengenai bahaya fintech ilegal ini masih perlu ditingkatkan," katanya di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

OJK yang menjadi pemimpin Satgas Waspada Investasi melakukan strategi penanganan fintech lending ilegal dengan tindakan preventif dan represif. Tindakan preventif dilakukan dengan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar terhindar dari fintech lending ilegal.

Tongam pun menyampaikan tips kepada masyarakat agar melakukan pinjaman hanya pada fintech lending yang terdaftar di OJK. Sebelum meminjam pahami risiko dan kewajibannya.

"Pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar. Gunakan pinjaman untuk kegiatan produktif," katanya.

Tindakan represif yang dilakukan OJK selama inj adalah menghentikan kegiatan fintech lending ilegal dan mengumumkan daftarnya ke masyarakat. Melakukan pemblokiran aplikasi atau situs melalui Kemenkominfo.

Selain itu, menyampaikan laporan informasi kepada Polri. Meminta perbankan tidak memfasilitasi fintech lending ilegal.

Tindakan yang dilakukan Satgas Waspada Investasi ini telah berhasil menurunkan jumlah korban fintech lending ilegal. "Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang teredukasi, semakin mempersempit ruang gerak fintech lending ilegal ini. OJK sangat concern memberantas fintech lending ilegal ini," kata Tongam. kbc10

Bagikan artikel ini: