Banyak diisi politisi, tim ekonomi Jokowi diragukan mampu genjot ekspor dan investasi

Kamis, 24 Oktober 2019 | 06:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Selain diisi wajah lama, susunan kabinet yang baru menghadirkan sosok baru baik dari profesional maupun politisi.

Menteri-menteri di bawah Kementerian Koordinator bidang Perekonomian pun mengalami perombakan untuk lima tahun ke depan. Namun sebagian besar menteri yang menduduki Tim Ekonomi kabinet tersebut berasal dari kalangan politisi. 

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal meragukan, komposisi Tim Ekonomi dalam kabinet pemerintahan yang baru ini mampu menyelesaikan tantangan ekonomi secara cepat.

Apalagi, Indonesia tengah berupaya melawan arus perlambatan ekonomi global yang turut menyeret pertumbuhan domestik. 

“Di bidang perdagangan dan investasi, misalnya, sepertinya latar belakang menteri tidak begitu kuat. Padahal kita membutuhkan ‘gebrakan’ kebijakan untuk ekspor dan investasi agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi,” tutur Faisal, Rabu (23/10/2019). 

Faisal menilai, pos-pos kementerian ekonomi yang strategis seharusnya diisi dari kalangan profesional atau oleh kalangan yang telah memiliki rekam jejak kinerja yang terbukti baik. Dengan begitu, pemerintah bisa bekerja lebih cepat dan taktis sesuai dengan kemauan Presiden. 

Adapun, Faisal mengatakan, peran Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi sangat krusial untuk membangun sinkronisasi kebijakan antar kementerian.

Sebagai mantan menteri teknis di bidang perekonomian, Airlangga mestinya telah memiliki dasar yang lebih baik untuk mengurai persoalan ekonomi nasional yang lebih kompleks. kbc10

Bagikan artikel ini: