Tekad Edhy ingin tingkatkan kesejahteraan nelayan

Rabu, 23 Oktober 2019 | 20:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo mendapuk Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di jajaran Kabinet Indonesia Maju. Sebetulnya Edhy Prabowo bukanlah nama yang asing di jagad politik. 

Edhy pernah menjadi Ketua Komisi IV DPR RI yang membidangi urusan Pertanian, Perikanan dan Kelautan, serta Kehutanan. Pria kelahiran Sumatra Selatan, 24 Desember 1972 kini dipercaya Presiden Joko Widodo menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, menggantikan Susi Pudjiastuti. 

Saat Pisah Sambut, ia berjanji akan terus membela nelayan, petambak garam, petambak udang, dan para pelaku sektor kelautan dan perikanan. "Sesuai tugas yang diberikan presiden, kami ke depan akan memperbaiki kehidupan nelayan supaya lebih sejahtera dan memperkuat perikanan budidaya," kata Edhy di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mengatakan selama enam bulan ke depan pihaknya tak melakukan perubahan yang tak perlu. Sehingga, yang dilakukan sekarang tinggal melanjutkan yang sudah ada. “Tentunya yang sudah bagus dikerjakan selama lima tahun ini akan dilanjutkan. Sedangkan yang kurang bagus akan disempurnakan," ujarnya.

Edhy Prabowo yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR dan Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI peridoe 2014 - 2019, mengaku bukan orang baru di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sebab, kurun lima tahun terakhir antara dirinya dengan sejumlah pejabat di KKP sudah saling kenal. 

“Jadi tak usah ragu. Karena selama lima tahun berjalan kita sudah kenal. Karena itu jangan ada perlakuan khusus ke saya," kata dia.

Menurut Edhy, dalam kabinet ini memang tak ada 100 hari pertama kerja kementerian. Sebab semuanya tinggal meneruskan yang sudah ada. “Kalau selama ini masih ada jabatan eselon 1 dan 2 yang masih kosong segera diisi. Yang jelas, saya tak akan merusak yang telah ada," katanya.

Edhy menegaskan tentang industri usaha  kelautan  dan perikanan tetap diutamakan bagi nelayan. Artinya, harus nelayan yang nikmati usaha tersebut terlebih dahulu. "Hal tersebut yang bu Susi perjuangkan selama ini. Saya tinggal memaksimalkan," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: