20 Pelaku usaha kecil di Surabaya beralih gunakan gas bumi

Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:03 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kementerian ESDM, menugaskan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk melaksanakan program jaringan gas (jargas) untuk pelanggan kecil, yaitu pelanggan dengan konsumsi gas bumi sebesar 50 metrik kubik hingga 1.000 metrik kubik.  

Atas tanggung jawab tersebut, maka PGN telah melakukan sosialisasi dan jemput bola dengan mendatangi pelanggan kecil yang potensial. PGN yakin target  20 pelanggan kecil (PK) di Surabaya bakal tersambung seluruhnya di akhir tahun ini.  Ke 20 PK tersebut adalah pelaku usaha kecil yang berdomisili di sekitar jaringan gas rumah tangga yang telah dibangun di wilayah Surabaya.

Salah satu pelaku usaha kecil yang melaksanakan “gas in” atau penyaluran gas bumi perdana pada hari Selasa (22/10/2019) kemarin adalah Catering Melati yang terletak di daerah Kertajaya.  

owner Catering Melati, Tatang Kurniawan mengaku, ketertarikannya kepada gas bumi sebenarnya sudah ada sejak jaringan gas (Jargas) program pemerintah masuk ke wilayahnya, hanya saja saat itu yang dipasang hanya rumah tangga sehingga keinginan tersebut belum bisa diwujudkan.

 “Saya dengar, menggunakan gas bumi lebih murah dibanding gas elpiji. Makanya saat saya ditawari oleh petugas PGN untuk memasang, langsung saya iyakan,” ujar Tatang Kurniawan di Surabaya, Selasa (22/10/2019).

Walaupun harus mengeluarkan biaya mandiri untuk memasang pipa dari meteran ke kompor sebesar Rp 15 juta dan jaminan penggunaan gas sebesar Rp 5 juta, pria berumur 46 tahun ini mengaku tidak keberatan karena efisiensi yang akan dirasakan jauh lebih besar. Apalagi ini untuk kelanjutan bisnisnya.

Suami Tri Wulandari ini mengaku, memulai usaha catering di Kertajaya sejak tahun 2010 dan berkembang sampai sekarang dengan jumlah karyawan tetap sebanyak 20 orang. Bahkan di saat ramai, ia bisa mempekerjakan tenaga lepas sebanyak orang 100 lebih. Dalam proses produksi, rata-rata ia menghabiskan gas elpiji sebanyak 60 tabung 12 kilogram per bulan atau sekitar Rp 8 juta.

“Saya berharap dengan menggunakan gas bumi PGN bisa lebih efisien, efisien biaya dan tenaga. Lumayan senang, nyalanya bagus juga. Cuma ini baru kali pertama mencoba sehingga saya belum bisa menghitung efisiensinya berapa besar. Harapan selanjutnya, tempat-tempat lain bisa dipasang gas begini biar bisa efsien. Bisa menekan biaya produksi karena biaya yang lain pada naik,” tandasnya.   

Sementara itu, PGN Sales Head Surabaya, Misbachul Munir mengatakan bahwa PGN berkomitmen membantu pertumbuhan ekonomi daerah. “Melalui program jargas untuk pelanggan kecil ini kami berharap bisnis mereka akan semakin tumbuh besar sebab efisiensinya sangat besar, sekitar 30 persen hingga 40 persen dibanding dengan bahan bakar sebelumnya,” ujar Misbachul Munir.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa program jargas pelanggan kecil  ini telah dimulai sejak 2018 dan Surabaya mendapatkan alokasi hanya untuk tiga pelaku usaha, diantaranya di daerah Bratang dan Darmawangsa. Tidak seperti jargas rumah tangga, dimana konsumen tidak akan  ditarik dibebani biaya pemasangan pipa, jargas pelanggan kecil diharuskan membayar biaya pemasangan pipa dari meteran ke kompor. Sementara bantuan dana APBN hanya untuk pemasangan pipa dari jaringan induk ke meteran. Terkait biaya pemasangan pipa yang harus ditanggung pelanggan, Misbachul mengatakan berdasarkan kebutuhan, ada yang hanya Rp 1 juta karena pemasangan dekat dan kebutuhan gasnya juga tidak banyak. 

 "Tahun ini menyebar, mulai dari Surabaya bagian  Selatan, bagian Timur dan bagian Tengah, diantaranya Banyuurip ada lontong dan bakso tajem. Di Kampung Malang ada pemotongan ayam bebek, warkop, catering dan laundry. Di wilayah Timur ada indofrozen laundry, sosis solo, soto dan lain sebagainya," ujarnya.

Gas bumi untuk pelaku usaha kecil ini diyakini mampu mengerek kinerja mereka karena lebih efektif dan efisien. Untuk harga, saat ini dipatok kisaran Rp2.870 per meter kubik, lebih rendah dari harga gas bumi rumah tangga yang mencapai Rp 2.995 per meter kubik.

"Potensinya ini sangat besar karena jumlah pelaku usaha kecil yang ada di wilayah Surabaya yang ada jargasnya sangat banyak. Tahun depan Surabaya dapat alokasi sekitar 40 pelanggan. Harapan kami, selain Surabaya menjadi lebih bersih, pelaku usaha kecil tersebut akan terbantu, lebih murah dan lebih mudah," tambahnya.

Total pelanggan jargas di Surabaya mulai penugasan tahun 2015 hingga saat ini tercatat mencapai 25.465, dengan perincian pelanggan jargas rumah tangga mencapai 25.447 pelanggan dan 18 pelanggan kecil, t8ga pelanggan dari penugasan tahun 2018 dam 15 pelanggan di 2019. "Kami optimistis target untuk pelanggan kecil sebanyak 20 pelanggan bisa tersambung semua di akhir 2019," pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: