Kemenhub dorong pengaturan drone untuk angkutan logistik udara

Selasa, 22 Oktober 2019 | 18:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Udaran akan  mendorong  aturan berkaitan penggunaan drone. Saat ini pesawat udara tanpa awak (Unmanned Aircraft System) atau lebih dikenal dengan drone, banyak digunakan masyarakat. Namun ada juga yang dimanfaatkan untuk angkutan logistik udara.

“Drone ini dulu kita kenal untuk hobi. Sekarang makin berkembang. Untuk delevery beberapa e-commerce. Bahkan di Singapura ada trial drone membawa penumpang. Ini sarana transportasi udara yang patut kita pikirkan ke depan,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti saat membuka diskusi di Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Salah satu perusahaan yang akan memanfaatkan drone sebagai angkutan logistik, lanjut Polana adalah Garuda Indonesia. Perusahaan Badan Usaha Milik Negara ini sedang melakukan ujicoba pemanfaatan drone untuk mengangkut logistik.

“Drone ke depannya makin berkembang. Kami sebagai satu-satunya regulator sipil harus mempertajam regulasi. Drone bukan hanya aspek sipil. Ada juga aspek keamanan dan sebagainya. Untuk menerbangkan drone ada regulasinya,” ujar Polana.

Hal itu untuk mengantisipasi drone digunakan untuk kejahatan. Berita di luar negeri, drone ada digunakan untuk menyerang fasilitas umum.“Karena itu perlu ada aturan yang jelas mengenai pemanfaatan drone,” pungkasnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Sugihardjo mengatakan berkaca dengan praktik angkutan online, ketika sudah memasyarakat namun aturannya. Selain itu, untuk sanksi kalau ada yang melanggar juga belum diatur. Semisal membahayakan keselamatan orang lain.

Sugihardjo menambahkan penggunaan drone saat ini harus mendapatkan perhatian. Maraknya penggunaan drone belakangan ini, dikarenakan harga drone yang terjangkau. Selain itu drone juga banyak digunakan di sektor lain, seperti pertanian, pertambangan, bahkan hobi aeromodelling.

“Pertumbuhan penjualan drone di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Sekarang banyak drone-drone murah dan mudah didapat. Mulai dari harga 100.000 rupiah hingga puluhan juta rupiah bisa didapatkan di toko-toko online lokal. Mulai dari drone mainan, drone racing, hingga drone profesional yang digunakan untuk profesi,” ujarnya.

Menurutnya beberapa kejadian yang membahayakan terkait pengoperasian drone yang tidak tepat pernah terjadi. Seperti pengoperasian drone secara illegal di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Menurutnya sebenarnya pemerintah  telah menerbitkan beberapa regulasi untuk mengatur penggunaan drone di ruang udara Indonesia. Seperti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 180 Tahun 2015 tentang pengendalian pengoperasian sistem  pesawat udara tanpa awak di ruang udara yang dilayani Indonesia dan CASR part 107 small unmanned aircraft system. Namun demikian, peraturan terbaru serta edukasi mengenai safety awareness  bagi masyarakat luas diperlukan.

“Pemerintah wajib mengantisipasi perkembangan pemanfaatan teknologi drone di Indonesia dengan menyusun regulasi seperti sertifikasi pilot drone, registrasi dan sertifikasi drone,” jelas Sugihardjo.

Juga perlu mengatur ketentuan pengoperasian dan pengawasan drone, pengaturan dan pengawasan ruang udara dalam pengoperasian drone, perizinan pemanfaatan drone untuk angkutan udara. Penyiapan prasarana/fasilitas pendukung pengoperasian drone di bandar udara. Pengawasan keamanan penerbangan dalam pemanfaatan drone.“Serta ketentuan asuransi dalam pengoperasian drone,” pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: