Di even ini, sosialisasi kompor induksi melalui kompetisi memasak antar perwakilan kedubes

Selasa, 22 Oktober 2019 | 05:47 WIB ET
Ketua Umum APJI Irwan Iden Gobel (4 dari kiri) bersama para peserta kompetisi memasak serta para pemain sitkom Tukang Ojek Pengkolan (TOP).
Ketua Umum APJI Irwan Iden Gobel (4 dari kiri) bersama para peserta kompetisi memasak serta para pemain sitkom Tukang Ojek Pengkolan (TOP).

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sosialisasi dan cara teknis penggunaan kompor induksi alias kompor listrik terus dilakukan secara berkala dan konsisten oleh sejumlah pihak. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat beralih ke kompor induksi karena memiliki banyak keunggulan.

Seperti terlihat dalam Embassy Cooking Competition in Indonesia Cuisine di ICE – BSD, Tangerang  Selatan, dan Friday Innovation  Night (FIN) di Yogyakarta.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 di ICE – BSD, khususnya pada penyelenggaraan kegiatan Pangan Nusantara (Pangan Nusa) 2019, Perkumpulan Penyelenggara  Jasaboga Indonesia (PPJI) yang semula bernama Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI)  menyelenggarakan Electric PPJI Food Festival. 

Salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Electric PPJI Food Festival adalah diselenggarakannya Embassy Cooking Competition Indonesian Cuisine, yakni selama 60 menit memasak “Nasi Goreng Indonesia,” yang diikuti tiga peserta yakni perwakilan dari Kedubes Malaysia, Kedubes Rusia, dan Kedubes Inggris yang ada di Jakarta. 

Ketua Umum APJI Irwan Iden Gobel mengatakan, diselenggarakannya Embassy Cooking Competition  Indonesian Cuisine bertujuan untuk membangun persahabatan di antara Indonesia dan sejumlah negara lainnya dalam kerangka (format) kuliner. 

“Dengan komposisi penilaian 20% untuk penyajian makanan; penilaian rasa makanan 50%; serta kreativitas dan variasi (hiasan) pada makanan 30%, akhirnya dewan juri Chef Ari Galih dan Chef Sabir dari PPJI memutuskan tiga peserta ini memenangkan kompetisi memasak nasi goreng,” jelas Irwan Iden melalui keterangan tertulis, Senin (21/10/2019).

Para peserta pun mengaku antusias mengikuti ajang itu dan mendukung penggunaan kompor listrik (induksi), yang notabene memang sudah banyak digunakan di negaranya. Apalagi penggunaan kompor listrik lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan kompor gas.

Secara terpisah, Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan PLN Yogyakarta, Eric Rossi Pryo Nugroho usai penyelenggaraan Friday Innovation Night, mengemukakan, kesempatan tersebut digunakan oleh pihak PLN untuk mengenalkan tema besar electrical lifestyle yakni eco living – eco lifestyle– dan eco moving. 

“Sebagai bagian dari electrical lifestyle, kami memperkenalkan penggunaan kompor induksi kepada masyarakat, (listrik) ini bebas polusi, menggunakan nyala api menjadi lebih aman, juga praktis, dan tinggal colok tanpa menggunakan tungku secara khusus, bahkan tidak menggunakan tabung gas," papar Eric.

Menurutnya, jika selama ini menggunakan tabung gas dengan potensi bocor, kemudian harus memperhatikan bagaimana kualitas tabung, maka itu tidak terjadi dengan kompor induksi, karena bisa dikendalikan pada saat memasak, dengan menggunakan timer (pengatur waktu). 

"Dengan menggunakan kompor listrik, selain dapat mengatur daya listrik, juga dapat sekaligus melakukan pekerjaan lainnya, seperti menonton televisi atau mengasuh anak bermain. Dengan menggunakan kompor gas, nyala api bisa dikontrol. Tetapi dengan menggunakan kompor listrik, maka besarnya daya juga dapat dilihat (diatur). Sebab pada kompor listrik tercantum daya dari 160 watt sampai 2 ribu watt, sehingga dapat diatur sesuai kebutuhan," ulasnya.

Eric menyatakan, sosialisasi penggunaan kompor induksi kelihatannya lebih mudah dilaksanakan di Yogyakarta. Beberapa restoran dan juga hotel di sana sudah banyak yang menggunakan kompor induksi – listrik, sehingga lebh mudah dilakukan sosialisasinya  kepada masyarakat.  

Penggunaan kompor induksi di Yogjakarta juga dimulai pada lounge di bandara, restauran yang ada di dalam mal kebanyakan juga sudah mulai menggunakan kompor induksi, terutama karena mereka mengutamakan kepraktisan, juga dilihatnya lebih elegan dan lebih aman, karena terhindar dari bahaya kebakaran. kbc7

Bagikan artikel ini: