Akhir November, tiket MotoGP Mandalika sudah bisa dipesan

Senin, 21 Oktober 2019 | 07:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski proyek sirkuit Mandalika baru dimulai pembangunannya, namun PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) memastikan jika pemesanan tiket even MotoGP Mandalika pada 2021 mendatang sudah bisa dilakukan akhir bulan depan.

Corporate Secretary ITDC, Miranti Rendranti mengatakan, pemesanan bisa dilakukan di bulan depan. "Untuk pre booking bisa dilakukan di akhir November," ujarnya, Jumat (18/10/2019).

Sayang, untuk skema penjualannya ia masih enggan membeberkannya. Hanya saja, ia menyebutkan akan dijual melalui layanan digital. Berdasarkan keterangan yang dihimpun untuk pelepasan tiket pada akhir November mendatang hanya akan ada 10 ribu hingga 12 ribu tiket.

Sebelumnya, Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer menyebutkan, saat ini pembangunan keseluruhan Mandalika International Street Circuit sedang berjalan dengan proses ground work mencapai 30% dan direncanakan akan mulai pengaspalan untuk lintasan pada Desember 2019.

Adapun dari sportainment tersebut ia menyebutkan mampu menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia hingga mencapai 300 ribu orang/tahun, serta diperkirakan akan mendorong peningkatan belanja wisatawan hingga mencapai US$ 40 juta per tahun. 

Hal tersebut lantaran pihaknya memperkirakan tayangan MotoGP dapat menjangkau hampir 430 juta pemirsa di seluruh dunia.

Sedangkan, untuk pembangunan dari sisi akomodasi dalam keterangannya Abulbar menyebutkan ke depan nanti di The Mandalika akan dibangun 10 hotel. Sebanyak 2.485 kamar diantaranya ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir 2021.

"Hotel-hotel yang sedang dibangun sekarang ini adalah Hotel Pullman yang mencapai progres 37%, Hotel Paramount yang sudah memulai tahap piling, serta Hotel Golden Tulip dan Beach Club, yang merupakan hotel bintang empat grup Sheraton, yang sudah mulai membangun beach club terlebih dahulu," jelasnya.

Juga, pihaknya telah menyediakan fasilitas publik di kawasan The Mandalika yaitu Kuta Beach Park, Bazaar Mandalika dengan kapasitas 303 lot untuk menampung pelaku usaha dari sektor UMKM dan pedagang asongan sekitar kawasan, serta Sentral Parkir berkapasitas 500 mobil.

Ketiga fasilitas publik tersebut makin melengkapi fasilitas publik yang ada di The Mandalika setelah sebelumnya ITDC telah membuka Masjid Nurul Bilad sejak 2017.

Kemudian, untuk infrastruktur dasar ia menyebutkan telah menyediakan jalan raya kawasan sepanjang 11 KM, jalur pipa distribusi air bersih dan jaringan listrik PLN. ITDC juga telah menyelesaikan pembangunan instalasi pengolah air bersih berteknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) tahap I dan telah beroperasi sejak November 2016.

Adapun percepatan pembangunan tersebut didorong tak lepas dari pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk pembangunan infrastruktur pariwisata di The Mandalika. 

Kesepakatan pendanaan Loan Agreement dalam payung program Mandalika Urban & Tourism Infrastructure Project (MUTIP) senilai US$ 248,4 juta atau setara Rp 3,6 triliun tersebut telah ditandatangani secara resmi pada 31 Desember 2018 lalu dan saat ini telah memasuki tahap I drawdown (penarikan).

Abdulbar menyebutkan untuk terus menggenjot pembangunan The Mandalika, pihaknya juga telah melakukan sinergi antara BUMN. 

"Kami telah bekerjasama dan mendapat support penuh dari sejumlah BUMN yaitu PT Telekomuniasi Indonesia Tbk untuk penyediaan digital connectivity, PT Waskita Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Pembangunan Perumahan Tbk, PT Angkasa Pura I, PT Pelabuhan Indonesia III, PT PLN, PT Pertamina, PT ASDP Indonesia Ferry, dan Perum DAMRI," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: