Dapat aliran gas bumi, warga Tongas Wetan ramai-ramai mandi air hangat

Kamis, 17 Oktober 2019 | 05:31 WIB ET

PROBOLINGGO, kabarbisnis.com: Kegembiraan warga Tongas Wetan Dusun Krajan Kecamatan Tongas Probolinggo membuncah saat rombongan pejabat dari Kementerian ESDM, PT PGN dan Pemerintah Kabupaten  Probolinggo berkunjung ke rumah mereka untuk memastikan nyala api gas bumi telah dinikmati warga dengan mudah.

Sekumpulan ibu-ibu berjejer di sepanjang jalan gang setapak yang dilalui rombongan tersebut. "Selamat datang bapak.. selamat datang.. terima kasih banyak..," teriak seorang ibu paruh baya yang berdiri di samping kiri jalan, saat peresmian jaringan gas rumah tangga (jargas)  Pasuruan-Probolinggo, di Probolinggo, Rabu (16/10/2019). 

Senyum lebar terus menerus tersungging di bibir mereka manakala rombongan berjalan melewati mereka. Tak pernah mereka bayangkan jika akhirnya warga Tongas bisa menikmati kemudahan menggunakan gas bumi. Fasilitas yang mereka idam-idamkan sejak program ini mulai direalisasikan pada tahun 2018 di Probolinggo. Saking senangnya dapat menikmati energi yang murah, banyak warga yang memilih mandi air hangat.

"Sangat senang. Sekarang kami tidak takut lagi saat memasak. Apalagi sekarang masih gratis, semua tetangga saya kemarin pada mandi air hangat," ujar Siti Saudah, salah satu warga Tongas Wetan Probolinggo. 

Ia mengaku, saat ini tidak takut lagi untuk menghidupkan kompor. Kalau sebelumnya, ia selalu meminta tolong suami untuk mengganti tabung, maka dengan beralih ke gas bumi tugas tersebut telah usai.  Ia tak perlu lagi meminta tolong karena untuk menghidupkannya hanya tinggal memutar tuas. "Kalau begini kan saya tidak takut. Dan jika bepergian alirannya bisa diputuskan," ujarnya.

Ia mengaku tetap senang walaupun usahanya sebagai penjual gas elpiji 3 kilogram akhirnya tidak laku dan surut. Karena fasilitas gas bumi ini memang sangat membantu warga. Selain aman, harga gas bumi pun lebih murah sehingga alokasi untuk gas bisa dialihkan memenuhi kebutuhan yang lain, misalkan membeli beras. 

"Saya itu usaha tabung, ya saya tidak apa-apa karena ini lebih murah. Saya nanti akan cari jalan lain untuk tambahan. Saya sekarang buka toko dan mulai ramai mungkin Allah yang mengarahkan," tambahnya. 

Siti Saudah adalah salah satu dari 2.700 warga Probolinggo yang mulai mendapatkan aliran gas bumi melalui fasilitas jargas rumah tangga di tahun ini. Selanjutnya 1.300 jaringan juga bakal dirampungkan. Sehingga pada tahun 2019 ada sekitar 4.000 jaringan rumah tangga akan bisa dinikmati oleh warga Probolinggo.

Hingga akhir 2019, total ada 8.150 sambungan rumah tangga  di Pasuruan dan Probolinggo sesuai penugasan Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) ke PT Pertamina (Persero) melalui sub holding gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.

Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari mengatakan pada hari ini Kementerian ESDM dna PGN telah memberikan kebahagiaan lagi kepada para ibu, yang awalnya meraka memasak dengan bahan bakar kayu, sekarang beralih menggunakan gas bumi.

"Insyaallah kemanfaatan pasti dirasakan masyarakat. 30 persen sampai 40 persen efisiensi dilakukan oleh ibu rumah tangga sehingga para ibu bisa menyisihkan uangnya untuk menabung dan bisa dibuat tambahan beli beras. Kami, pemerintah daerah siap menyupport lahir batin perizinan bersama seluruh stakeholder Probolinggo dan kami siap menerima proyek jaringan gas baru," ujar Puput.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menerangkan, jargas di Probolinggo dan Pasuruan terbagi menjadi 11 sektor, dengan perincian di Kabupaten Probolinggo sebanyak lima sektor sementara sisanya di Pasuruan. Total ada 8.150 sambungan rumah tangga sesuai penugasan Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) ke PT Pertamina (Persero) melalui sub holding gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Sementara untuk memenuhi kebutuhan 8150 sambungan rumah tangga itu, dialokasikan sebesar 0,2 MMSCFD yang bersumber dari Husky CNOOC Madura LTd.

"Kami berterima kasih atas dukungan Pemda Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan, sehingga pembangunan jargas berjalan lancar, bahkan lebih cepat dari jadwal. Dukungan pemda sangat penting karena berdasarkan pengalaman selama ini, terdapat beberapa kendala non teknis yang berpotensi menghambat pembangunan jargas seperti perizinan, maupun permasalahan sosial yang terjadi pada saat pelaksanaan pembangunan. Diharapkan pemda lainnya juga memberikan dukungan serupa, sehingga masyarakat dapat lebih cepat menikmati gas bumi yang bersih dan murah," ungkap Djoko. 

Ia mengatakan, di tahun ini pemerintah menggunakan dana APBN untuk membangun 74.307 jargas  yang tersebar di 16 lokasi mulai dari Aceh di ujung Sumatera hingga Wajo di Sulawesi. Di tahun 2020, juga akan bangun 300 ribu jargas dengan dana sebesar Rp 3 triliun, naik 3 kali lipat dibanding 2019. Program ini ditujukan untuk energi lebih bersih dan lebih murah.

“Kami harap bertambahnya sambungan gas rumah tangga di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan memberi banyak manfaat bagi masyarakat. Hingga akhir tahun lalu, total sambungan gas rumah tangga yang dibangun menggunakan dana APBN di Jatim sebanyak 65.961 sambungan,” ujar Redy Ferryanto, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN.

Redy menambahkan, saat ini pihaknya mengoperasikan 564.445 sambungan rumah tangga yang sebagian besar diantaranya dibangun menggunakan dana APBN. Di 2025 pemerintah menargetkan pembangunan 4,7 juta sambungan rumah tangga

Redy melanjutkan, banyak sekali manfaat penggunaan gas bumi bagi rumah tangga. Selain bersih, juga menekan subsidi sektor energi. “Pemerintah bisa menghemat Rp 178 miliar per tahun. Proyek pembangunan juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit,” ucap dia. 

Hingga akhir 2018, total jargas rumah tangga di Indonesia berjumlah 486.229 sambungan di mana 67 persen atau 325.773 di antaranya dibangun menggunakan dana APBN. Sementara 155.771 atau 32,04 persen dibangunan menggunakan dana PGN dan 4.685 sambungan dibangun menggunakan dana milik Pertamina.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dirjen Migas, Onne Aswin menambahkan, pembangunan jargas  di Pasuruan dan Probolinggo dimulai pada 26 April lalu dengan jangka waktu pengerjaan selama 216 hari. Dengan demikian, lanjut dia, pengerjaan rampung lebih cepat dari jadwal.

Untuk mewujudkan target pemerintah terkait bauran energi gas bumi jadi 22 persen di 2025 PGN terus melakukan upaya. Di Jatim, saat ini PGN juga tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas LNG Terminal dengan kapasitas 40 BBTUD untuk meningkatkan reliability dan sustainability pasokan gas bumi yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keandalan transmisi trans Jawa yang dicita-citakan.

Selain itu PGN tengah merampungkan proyek pembangunan pipa transmisi Gresik-Semarang sepanjang 267 kilometer. Lalu bakal disusul pipa distribusi Semarang – Kendal – Ungaran sepanjang 96 kilometer. 

Khusus untuk jargas, PGN telah mengelola infrastruktur pemerintah lebih dari 3.800 kilometer. Sementara total seluruh jaringan gas transmisi dan distribusi yang dikelola PGN lebih dari 10.000 kilometer. “Pelanggan rumah tangga, terbesar di Surabaya yakni lebih dari 42.500 sambungan,” tutup Redy.kbc6

Bagikan artikel ini: