PLN kebut pembangunan jaringan listrik Jawa-Bali Connection 500 kV

Selasa, 1 Oktober 2019 | 18:30 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PLN berupaya maksimal untuk meningkatkan pasokan listrik seluruh pelosok tanah air. Khusus untuk Bali, PLN bakal membangun jaringan Jawa Bali Connection (JBC) kapasitas 500 kV yang akan menambah pasokan eksisting saat ini yang rata-rata mencapai 360 MW. Pembangunan jaringan tersebut ditarget rampung di tahun 2022.

"Saat ini kami berkonsentrasi membangun jaringan transmisi Sutet bertegangan 500 kV dari Paiton hingga Banyuwangi dan GITET (Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi red.) yang berlokasi di Watu Dodol. Jangan sampai GITETnya selesai tetapi transmisinya belum siap," ujar Senior Manager Pertanahan & Komunikasi PT PLN UIP JBTB II, Ratih Kusuma Dewi, saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/2019).

   

Ratih mengatakan, total pemasangan tiang pancang Saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) dari pusat pembangkit di Paiton menuju Watu Dodol, Banyuwangi mencapai 308 titik tower. Hingga saat ini, pembebasan lahan untuk 308 tapak tower sudah sampai 72 persen. Ditargetkan pembebasan lahal bakal rampung tahun depan sehingga di 2022 bisa memulai pembangunan atau konstruksi. 

Rinciannya, Kabupaten Probolinggo dengan 3 tower baru yang melewati 16 kecamatan 6 desa, kemudian Kabupaten Situbondo sebanyak 259 tower yang melewati 15 kecamatan 55 desa, serta Banyuwangi sebanyak 46 tower yang melewati 1 kecamatan 7 desa.

"Untuk tower yang membentang di Selat Bali hingga ke beberapa titik di wilayah Pulau Bali, kewenangannya ada pada PLN pusat. Yang pasti kami pilih yang terbaik, termudah dan termurah," katanya

Dengan keberadaan JBC diharapkan akan menambah keandalan pasokan listrik ke Pulau Dewata yang selama ini disuplai melalui jalur kabel bawah laut di Selat Bali.

"Keberadaan JBC 500 kV di Selat Bali akan menambah kapasitas listrik ke Pulau Dewata yang saat ini sekitar 360 MW dan melistriki sekitar 360.000 pelanggan, dengan beban puncak mencapai 400 MW," katanya.

Selain itu, suplai listrik JBC melalui kabel tower Sutet diharapkan bisa mengantisipasi apabila terjadi gangguan listrik ke Bali, sehingga tidak padam total seperti Jakarta beberapa waktu lalu. 

Pulau Bali, kata dia, merupakan pelanggan prioritas PLN, seperti wilayah-wilayah lainnya, sehingga butuh tambahan daya untuk keandalan listrik dan diharapkan akan semakin menggerakkan ekonomi di wilayah itu. Sementara kebutuhan listrik di pulau Bali terus mengalami kenaikan. Pada 2019 misalnya, kebutuhan listrik pulau Bali dibanding 2018 naik sebesar 3,8 persen.

"Dulu memang sempat mandek karena adanya penolakan warga sebab di Bali ada  hukum adat yang mengatur bahwa bangunan tidak boleh lebih tinggi dari pohon kelapa. Namun minggu lalu kami sudah menerima surat rekomendasi dari Gubernur Bali bahwa beliau mendukung proyek ini," aku Ratih.

Di sisi lain Manager UPT PLN Probolinggo, Hendrik Mariyono, mengatakan bahwa 40 persen suplai listrik ke wilayah Bali masih diperoleh dari Jawa. Listrik tersebut disalurkan melalui  empat jalur kabel bawah laut dari Ketapang Banyuwangi ke Gilimanuk. 

"Rata-rata kami menyuplai sekitar 360 MW dan 400 MW saat beban puncak. Pasokan tersebut bisa menerangi sekitar 4 kabupaten dengan jumlah pelanggan sekitar 380 pelanggan hingga 400 pelanggan PLN," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: