Pemerintah Saudi Arabia imbau calon jamaah haji dan umrah rekam biometrik di Tanah Air

Jum'at, 27 September 2019 | 21:57 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Para calon jamaah haji dan umrah diwajibkan untuk menyelesaikan proses perekaman biometrik di dalam negeri setelah memperoleh visa.

Aturan ini dikeluarkan Kementerian Haji & Umrah Kerajaan Saudi Arabia melalui surat edaran kepada negara-negara dengan pusat pelayanan Biometrik untuk Haji dan Umrah, termasuk Indonesia.

"Melakukan proses biometrik sebelum tiba di pelabuhan masuk kerajaan sangat dianjurkan guna menghemat waktu tunggu di bandara dan memfasilitasi jalan masuk yang lancar ke Kerajaan Saudi Arabia," demikian pernyataan surat edaran itu melalui keterangan tertulis, Jumat (27/9/2019).

Kerajaan Arab Saudi baru-baru ini juga melaporkan bahwa ratusan peziarah ditolak masuk dan dikirim kembali ke negara masing-masing ketika sampai di bandara karena tidak mengikuti prosedur visa yang benar.

"Untuk menghindari kejadian yang tidak menguntungkan tersebut, calon amaah haji dan umrah harus mengajukan kategori visa yang sesuai dengan tujuannya melalui melalui agen perjalanan resmi yang terdaftar di Komite Haji dan Umrah. Sebagai catatan penting, bahwa e-visa turis yang baru diperkenalkan TIDAK DAPAT digunakan untuk memasuki Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan haji atau umrah. E-visa tersebut hanya memungkinkan turis untuk menghadiri konser dan acara olahraga yang terjadi di Kerajaan. Tanpa visa dan dokumen yang sesuai, peziarah akan mengalami hambatan dan atau di deportasi ke negara asal," lanjut surat edaran tersebut.

Dalam aturan itu, dijelaskan juga tiga alasan utama kewajiban melakukan proses biometrik sebelum berangkat ibadah haji atau umrah, yang pertama adalah prosedur wajib, dimana jamaah mungkin akan mengalami risiko di-deportasi jika tidak mengikuti prosedur pengajuan visa yang tepat. Setelah seluruh proses pengajuan visa selesai termasuk proses perekaman biometrik, jamaah dapat melakukan perjalanan dengan tenang dan fokus pada perjalanan suci untuk beribadah.

Kedua adalah hemat waktu, dimana dibutuhkan waktu hanya 10 menit di pusat layanan visa jika sudah membuat janji temu online sebelumnya. Sedangkan proses biometrik di bandara mungkin lebih lama tergantung pada jumlah jamaah sehingga ada kemungkinan antrian yang panjang. Setelah proses perekaman biometrik selesai di negara asal, jamaah hanya akan diminta untuk melewati bea cukai dan mendapatkan cap/stempel paspor di imigrasi setelah memasuki Arab Saudi.

"Ketiga adalah aman dan efisien. Biometrik di negara asal jamaah hanya dapat dilakukan di pusat layanan visa resmi yang disahkan oleh Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, dengan proses yang sangat aman dan cepat, meliputi pengambilan gambar wajah dengan kamera digital serta pemindaian 10 sidik jari dengan pemindai jari digital," beber aturan itu.

Proses perekaman biometrik selama ini dilakukan di lokasi asal jamaah sebelum keberangkatan atau di Bandara Internasional King Abdulaziz dan Bandara Internasional Prince Mohammed Bin Abdulaziz. kbc7

Bagikan artikel ini: