Dihimpit e-commerce, ini strategi jitu Hero Supermarket

Jum'at, 20 September 2019 | 08:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejumlah perusahaan ritel harus mengurangi gerainyanya atau bahkan gulung tikar seiring maraknya belanja online alias e-commerce. Namun demikian, Hero Supermarket memiliki cara sendiri untuk bertahan di tengah himpitan e-commerce.

Salah satunya melalui pembukaan gerai baru yang mudah dijangkau oleh pelanggan seperti di lokasi apartemen.

Direktur PT Hero Supermarket Tbk, Hadrianus Wahyu Trikusumo mengatakan, selain membangun gerai dekat pelanggan, perusahaan juga tengah berupaya untuk melakukan penjualan secara digital. Kini, pihaknya mulai melakukan penjajakan melalui media sosial.

"Kita kan gerai Hero untuk tipe pelanggan tertentu yang masih suka belanja, datang ke toko melihat dan memilih. Tapi terlepas dari itu kita mencoba juga lah untuk digital lah milenial," ujar Hadrianus, di Apartemen Casa Domaine, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Target pelanggan Hero merupakan masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. Hal ini membuat perusahaan harus memilih lokasi yang tidak sembarangan. Perusahaan juga mengusung penjualan makanan sehat, yang membuatnya beda dengan yang lain.

"Jadi segmented nya berbeda, semuanya Hero Supermarket kan dibuka di daerah seperti ini apartemen, dekat dengan residensial, pembukaan toko Hero di sekitar itu pasti. Karena sasarannya menengah ke atas kalau Hero," jelasnya.

Ke depan, Hero masih akan membuka gerai-gerai baru di Indonesia. Saat ini perusahaan itu telah memiliki gerai sebanyak 33 toko di seluruh Indonesia. "Sekarang ada 33, di Jakarta 16. Seluruhnya tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogja, Makassar, Lombok, Papua pun kita ada," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: