Pertumbuhan industri properti diprediksi tertahan di 3,8%, ini penyebabnya

Kamis, 19 September 2019 | 12:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pertumbuhan industri properti di Indonesia diprediksi akan tertahan pada kisaran 3,8 persen pada 2019. Pasalnmya, sektor properti tidak bisa berkembang secara instan dan membutuhkan waktu.

"Analisa kita tahun ini pertumbuhan masih sama sekitar 3,8 persenan. Karena properti butuh waktu untuk dikembangkan, tidak seperti trading. Kita perlu planning dari pembangunan dan butuh waktu," kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Properti, Hendro Gondokusumo di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Pihaknya sempat berunding dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk dapat menurunkan batas bawah bagi pengenaan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) pada apartemen yang sebesar Rp 10 miliar.

"Tadi saya sampaikan ke Bu Menkeu, properti dulu tidak ada yang mau bangun karena apartemen di atas Rp 10 miliar langsung dapat tambahan PPnBM 20 persen. Dengan adanya peraturan yang menambah batas harga jadi Rp 30 miliar, pengembang sudah mulai ada yang lirik bangun," imbuhnya.

Meski begitu, pengusaha masih mengamati situasi, untuk kemudian imbas peringanan PPnBM pada apartemen baru bisa terasa di tahun depan. Hendro mengimbau kepada pengusaha properti untuk fokus mengembangkan rumah dengan klasifikasi harga menengah. Sebab, pembeli akan berhati-hati dalam mendapatkan rumah.

"Menengah ke atas saya anjurkan developer hati-hati, karena pembeli juga mempertimbangan dan memilih pengembang selain lokasi. Pembeli juga mempertimbangkan keuntungan setelah membeli," tukas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: