PDB sub sektor peternakan tembus Rp237,71 triliun

Kamis, 19 September 2019 | 08:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri peternakan diyakini memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Hal ini ditandai dengan kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani yang kian meningkat.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Fini Murfiani menuturkan industri peternakan yang notabene merupakan kesatuan agribisnis yang mencakup hulu dan hilir.Industri pendukung on farm peternakan terdiri dari berbagai industri yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Hingga tahun 2018,Produk Domestik Bruto (PDB) sub sektor peternakan mencapai Rp 231,71 trilyun atau berkontribusi 16,35 % dari total PDB sektor pertanian yang sebesar Rp 1.417,07 triliun. Sementara dari sisi investasi , nilai investasi PMDN mencapai Rp 866,46 miliar dan PMA mencapai US$ 119,03 juta

Fini menjelaskan industri ini mencakup industri obat hewan, vaksin, bahan baku pakan , feed additive, produk olahan pangan dan non pangan.Bahkan produk industri peternakan yang sudah mampu menembus pasar ekspor 

"Seperti tepung bulu ayam untuk keperluan pakan," ujar Fini dalam pembukaan The 4th International Livestock, Dairy, Meat Processing And Aquaculture Exposition (ILDEX) 2019 yang diselenggarakan 18-20 September di Serpong, Rabu (18/9/2019).

Kementan, sambung Fini berkomitmen memfasilitasi ekspor produk peternakan dan turunannya.Selama empat tahun terakhir,komoditas peternakan  terus mengalami peningkatan.

"Nilai ekspor komoditas sub sektor peternakan dari tahun 2015 hingga Juni 2019 mencata Rp 38,39 triliiun," terangnya

Nilai ekspor ini menjadi bukti, industri peternakan memiliki potensi besar untuk terus berkembang.Kementan terus mendorong daya saing komoditas peternakan.

Berkaitan dengan perhelatan ILDEX,sebagai salah satu pameran peternakan berskala internasional,Fini memberikan apresiasinya.Selain sebagai sarana promosi berbagai produk dan kemajuan teknologi, ILDEX juga menjadi ajang komunikasi dan transaksi bisnis stakeholders baik dalam dan luar negeri.

Fini juga memberikan apresiasi pelaku UMKM turut diberikan paviliun .Hal ini memberikan peluang bagi pebisnis untuk berpromosi dan menemukan partner bisnis baru.

"Kita berharap dapat menjadi stimulasi bagi perkembangan dunia usaha di Tanah Air sekaligus juga mendorong peningkatan ekspor sub sektor peternakan," kata dia

Heiko M.Stutzinger ,Managing Director VNU Exhibitons Asia Pasific Co,Ltd mengatakan ILDEX 2019 menawarkan 250 merek Internasional dari 30 negara.Para peserta pameran berkesempatan untuk menawarkan peluang bisnis baru dan kemitraan dengan pelaku bisnis dari negara lain.

Ajang pameran ini, sambung Heiko akan menjadi platform bisnis peternakan terkemuka bagi perusahaan ternak internasional guna memulai kesepakatan bisnis dengan perusahaan lokal yang gilirannya akan merangsang investasi di pasar Indonesia.

Pada ILDEX 2019, Widiyanto Dwi Surya, Direktur Utama PT Permata Kreasi Media menuturkan peserta dari luar negeri berjumla 250 Exhibitons yang berasal dari 25 negara.Meski diselenggarakan di lokasi baru yakni Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD),Tangerang,Bantem,target pengunjung dapat mencapai 10.000 pengunjung.kbc11

Bagikan artikel ini: