GAPKI: Indonesia harus bangga jadi produsen sawit terbesar dunia

Sabtu, 14 September 2019 | 20:23 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berupaya menepis kampanye hitam yang dihembuskan oleh banyak negara penghasil minyak nabati non kelapa sawit. Hal ini dilakukan karena sebenarnya kelapa sawit memiliki peran penting dalam memajukan ekonomi Indonesia. 

"Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, kita bakal bertemu dengan sawit. Kita sebagai masyarakat Indonesia harus berbangga diri dengan kekayaan sumber daya yang Indonesia miliki, salah satunya kelapa sawit. Indonesia sebagai negara penghasil sawit terbesar di dunia harus menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia," tegas  Ketua Bidang Komunikasi GAPKI, Tofan Mahdi saat acara "Amazing Race: Sawit Hunt 2019" di Surabaya, Sabtu (14/9/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa budidaya kelapa sawit mulai dilakukan sejak 1878 di Nusantara. Melihat sejarah perkembangan tersebut, kelapa sawit sudah sejak lama bercokol di Nusantara. Hingga saat ini, kelapa sawit terus mengalami perkembangan dengan berbagai produk turunannya. 

"Pemahaman sawit secara turun temurun harus berjalan dengan baik agar perkebunan dan komoditas tersebut tetap menjadi produk unggulan Indonesia," tegasnya

Karena banyak sekali dampak positif yang dilahirkan dengan adanya sawit dan produk-produk olahannya. Pada tahun 2018, sumbangan kelapa sawit kepada ekonomi Indonesia, yakni kontribusi kepada devisa mencapai sekitar US$20,54 miliar atau sekitar 14 persen dari total PDRB. Kelapa sawit juga memberikan dampak penyerapan tenaga kerja yang besar. Ada sekitar 50 juta jiwa yang hidup bergantung dari sawit. 

"Masih banyak dampak positif lainnya seperti infrastruktur, pendidikan dan lain sebagainya. Apalagi dari total lahan sawit di Indonesia yang mencapai 14 juta hektar tersebut, 43 persen adalah kebun milik rakyat," tandasnya.

Saat ini, produksi kelapa sawit Indonesia mencapai 47 juta ton per tahun. Dari total volume tersebut, 34 juta ton diekspor ke berbagai negara. Namun kondisi ini bisa saja berubah jika kampanye hitam yang dilakukan oleh sejumlah negara penghasil minyak nabati non sawit (minyak nabati dari kedelai dan bunga matahari) tidak diimbangi dengan informasi yang benar.

"Mereka menyerang dengan berbagai isu, mulai dari isu kesehatan hingga isu lingkungan. Mereka mengatakan bahwa sawit telah membabat habis hutan dunia, padahal kenyataannya lahan sawit di seluruh dunia hanya mencapai 18 juta hektar. Luas lahan sawit ini jauh lebih sempit dibanding lahan kedelai di seluruh dunia yang mencapai 140 juta hektar dan lahan bunga matahari sekitar 40 juta hektar," terangnya.

Atas kondisi tersebut, maka semua stakeholder di perkelapasawitan memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang benar tentang sawit. Industri ini bukan industri yang membahayakan. Industri ini bukan industri yang tidak memiliki masa depan. 

"Dan yang perlu terus digaungkan kepada semua lapisan masyarakat adalah sawit telah memberikan manfaat bagi kita semua. Tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk dunia," tambah Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, Achmad Maulizal Sutawijaya.

Untuk itu, generasi milenial dan generasi Z harus mendapatkan asupan informasi yang benar tentang kelapa sawit dan produk-produk turunannya. Mereka harus tahu sejarahnya, perkembangan saat ini dan masa depannya. 

Atas tujuan tersebut, maka GAPKI bersama BPDP Kelapa Sawit terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat atas informasi yang benar, salah satunya melalui program Amazing Race: Sawit Hunt 2019 yang digelar di Surabaya. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang keempat,  setelah kegiatan sebelumnya di Jakarta,  Bogor dan Yogyakarta.

Talkshow yang bertajuk “Surabaya Amazing Race Sawit Hunt 2019" yang menghadirkan para pembicara dari asosiasi dan perusahaan yang menggunakan sawit ini akan menjadi jembatan informasi yang tepat bagi generasi milenial, mahasiswa, pengusaha pemula dan lain-lain untuk mengenal lebih dalam soal sawit dan produk-produk turunannya serta peluang-peluang yang bisa diciptakan dari kelapa sawit. 

Dalam kesempatan tersebut dipaparkan produk turunan sawit dapat berupa makanan,  kosmetik,  dan energi terbarukan.  Sebagai contoh untuk makanan berupa minyak goreng,  margarin, mentega,  mie instan dan lain sebagainya  Dan untuk produk kecantikan dan kosmetik diantaranya berupa lipstik,  sampo dan sabun. Adapun energi terbarukan yang dihasilkan dari sawit berupa biodiesel.kbc6

Bagikan artikel ini: