Pemerintah bakal gelar turnamen eSport di tingkat daerah

Sabtu, 14 September 2019 | 10:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dunia olahraga elektronik (eSport) terus mengalami perkembangan pesat, seiring dengan tren digital serta membesarnya kaum milenial. Namun demikian, e-Sprot mesti dikelola dengan benar untuk mencegah terjadinya ekses negatif.

Hal itu diakui Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara. Menurutnya, pemerintah melihat fenomena tersebut sebagai potensi yang harus dikelola. "Oleh karenanya pemerintah memfasilitasi, mengakselerasi, tetapi juga memitigasi risiko dari dunia eSport ini," ujar Rudiantara di BSD Tangerang, Jumat (13/9/2019).

Menurutnya, potensi eSport di Indonesia sangat besar. Sebanyak 20 persen dari total penduduk khususnya anak muda menjadi pelaku gim elektronik tersebut.

Jumlah itu tentu dapat dioptimalkan mengingat banyaknya potensi keuntungan yang bisa didapat dari industri relatif baru ini. Dalam perkembangannya, eSport bukan sebatas permainan mengisi waktu luang, namun telah menjadi profesi.

"Banyak juara dari Indonesia, baik individu atau tim, di turnamen-turnamen yang bergulir di luar negeri," kata dia.

Rudiantara mengatakan penghasilan sebagai atlet eSport juga sangat menggiurkan. Ia mengambil contoh Tobias Justin yang lebih dikenal oleh nama panggungnya, Jess No Limits, yang sudah mempunyai lebih dari 6 juta pengikut di Youtube.

Awalnya dia hanya sebagai pemain gim biasa, namun lambat laun eSport menjadi jalan profesinya yang tak hanya melambungkan nama tapi juga mendapat penghasilan besar.

"Ini profesi sendiri, jadi orang bisa berpikir bahwa tidak hanya menjadi pegawai tetapi juga sebagai profesi," kata dia.

Rudiantara juga mengungkapkan jika pemerintah ingin berubah dari regulator menjadi fasilitator dengan menggelar berbagai turnamen eSport di berbagai daerah.

"Kami juga ingin mengadakan acara esport tidak hanya di Jakarta, tapi di banyak wilayah," kata Rudiantara. kbc10

Bagikan artikel ini: