OJK budayakan nabung tiap Senin buat pelajar, Jateng jadi pilot project

Sabtu, 14 September 2019 | 09:16 WIB ET

SEMARANG, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah getol menyosialisasikan budaya menabung setiap hari Senin unuk pelajar. Program Gerakan Indonesia Menabung ini dimulai dari provinsi Jawa Tengah (Jateng) sebagai pilot project.

Guna mewujudkan hal itu, Ketua OJK Wimboh Santoso telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo sekaligus melakukan tanda tangan kerja sama dengan dengan sejumlah bank baik negeri maupun swasta.

Wimboh mengatakan, Presiden Jokowi menurut Wimboh menginginkan harus ada gebrakan di bidang ekonomi. Gerakan Menabung Nasional ini oleh OJK dijadikan sebagai jurus untuk membantu pertumbuhan ekonomi nasional. 

"Kami putuskan Jawa Tengah sebagai pilot project Gerakan Menabung Nasional. Karena Jawa Tengah ini potensinya paling besar di Tanah Air. Pertumbuhan ekonominya, SDM nya, pertanian, kelautan dan lainnya," kata Wimboh, Jumat (13/9/2019).

Praktiknya nanti para siswa akan menabung hari Senin dan bendahara kelas akan menjadi semacam teller dan dibekali dengan alat dari bank. Sore harinya pihak bank akan mengambil uang tersebut.

"Wujudnya ini tabungan digital, mereka tidak pegang buku tabungan. Praktiknya, di sekolah itu bendahara kelas kita dikasih mesin. Setiap hari Senin kita jadikan hari menabung. Mesinnya dikasih oleh bank, setiap Senin sore bank mengambil ke sekolah, tanpa biaya admin," terang Wimboh.

Ada 3.350 sekolah SMP di Jawa Tengah saat ini, jika nanti ada sekolah atau siswa yang benar-benar tidak mampu menabung dan lokasinya di pelosok, akan ada skema yang lain. Gerakan itu menurut Wimboh tidak hanya mengajarkan kebiasaan menabung namun juga berdampak pada perekonomian Indonesia.

Sementara itu Ganjar menyambut baik hal itu. Menurutnya dua hal bisa dicapai dari program tersebut sehingga ia akan mendorong lewat Kabupaten/Kota yang menaungi SMP.

"Ini idenya menarik, ada 2 hal yang bisa dicapai, makro ekonominya dapat dana segar dan lainnya kita diberi edukasi," kata Ganjar.

Pihak sekolah dipersilahkan menjalin kerjasama dengan bank resmi manapun. Nama program di sekolahnya pun bisa disesuaikan. Untuk pelaksanaannya akan dilakukan secepatnya. kbc10

Bagikan artikel ini: