Kalah dari Vietnam soal gaet investor, pemerintah berguru ke 4 negara tetangga

Selasa, 10 September 2019 | 12:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengakui persoalan perizinan dan banyaknya syarat perizinan menghambat arus investasi asing yang masuk ke Indonesia. Sehingga Indonesia harus kalah bersaing dalam memperebutkan investasi masuk dengan negara-negara pesaing terutama Vietnam.

Hal itu dikatakan usai Rapat Kerja Penetapan RAPBN 2020 di Ruang Rapat Banggar DPR-RI, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Menko Luhut menyebut bahwa birokrasi atau peraturan yang berbelit-belit menjadi salah satu penyebabnya investor menarik diri.

“Sekarang oleh Presiden dipotongin semua itu. Sekarang kita tiru aja Vietnam, kita tiru Thailand, tiru Singapura, tiru Malaysia, itu aja benchmark kita,” katanya terkait target kerjasama yang akan dilakukan oleh Indonesia ke depannya.

Dalam kesempatan ini, Menko Luhut meminta masyarakat untuk melihat sisi positif dari pembangunan ekonomi yang sedang dikerjakan oleh Pemerintah Indonesia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa kekecewaannya terkait sangat sedikitnya calon investor asing yang menanamkan modal ke Indonesia.

Hal ini Jokowi sampaikan pada saat Rapat Antisipasi Perkembangan Perekonomian Dunia di Kantor Presiden, Jakarta, pekan lalu. Menurutnya, para investor asing justru lari ke negara-negara tetangga, seperti Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Thailand.

Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu 33 perusahaan asal Tiongkok memutuskan untuk menanamkan investasi di luar negeri. Namun, dari 33 perusahaan itu, tak ada satu pun yang menengok ke Indonesia.

“23 memilih di Vietnam, 10 lainnya perginya ke Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Enggakada yang ke kita. Tolong ini digarisbawahi," kata Jokowi. kbc10

Bagikan artikel ini: