Xiaomi buyback saham Rp 21,6 triliun, ini tujuannya

Minggu, 8 September 2019 | 15:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Xiaomi mengumumkan telah menggelontorkan dana US$1,53 miliar atau senilai Rp 21,6 triliun untuk membeli sahamnya sendiri alias buyback.

Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menekan harga saham yang terus turun. Upaya buyback saham inipun berdampak positif bagi saham Xiaomi, di mana nilai saham Xiaomi naik sekitar 7 persen. Demikian seperti dikutip Reuters, Jumat (6/9/2019).

Sekadar informasi, Xiaomi melakukan penawaran saham perdana (IPO) di bursa saham Hong Kong pada tahun lalu. Xiaomi telah kehilangan hampir sepertiga dari nilai sahamnya tahun ini dan setengah dari harga saham saat IPO. Hal inipun membuat pertumbuhan perusahaan melambat.

Analis pasar saham Morningstar Dan Baker mengatakan, buyback yang dilakukan Xiaomi bisa membuat investor lebih percaya diri membeli saham Xiaomi ke depannya. Sekadar informasi, Xiaomi memiliki cadangan kas dengan nilai senilai USD 4,92 miliar atau setara Rp 69,6 triliun per 30 Juni. Sementara, total pinjaman perusahaan 13,8 miliar Yuan.

"Dewan percaya bahwa buyback saham dalam kondisi saat ini akan menunjukkan kepercayaan pada prospek bisnis sendiri," kata Xiaomi dalam pengajuan bursa.

Xiaomi menyebut, sumber daya keuangan Xiaomi saat ini memungkinkannya untuk melaksanakan buyback saham dengan mempertahankan keuangan yang solid.

Sekadar informasi, pertumbuhan bisnis Xiaomi menurun sangat tajam, seiring bisnis smartphone global yang tengah melambat. Apalagi, kompetisi dengan vendor smartphone lokal pun meningkat tajam.

Sekadar informasi, pangsa pasar smartphone Xiaomi di negara asalnya Tiongkok menurun seperlima pada April-Juni 2019. Padahal, pangsa pasar vendor smartphone Huawei meningkat 31 persen. Demikian menurut perusahaan riset Canalys.

Tak hanya bisnis smartphone, upaya Xiaomi untuk mendorong layanan internet untuk mendapat keuntungan lebih pun juga dianggap mengecewakan oleh investor.

Untungnya, smartphone terjangkau Xiaomi tetap popular di India yang terus tumbuh karena akses smartphone ke layanan data. Kabarnya selain smartphone, Xiaomi juga akan membuka bisnis finansial di India. kbc10

Bagikan artikel ini: