Baru meluncur, Menhub pede mobil Esemka mampu tembus ekspor

Sabtu, 7 September 2019 | 09:33 WIB ET

BOYOLALI, kabarbisnis.com: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi optimistis PT Manufaktur Solo Kreasi dengan produknya mobil Esemka dapat bersaing dalam memasarkan produknya lantaran secara harga dinilai kompetitif. Dia juga buka kemungkinan bahwa produk Esemka bisa dipasarkan ke luar negeri.

Namun begitu, ia mengimbau agar Esemka saat ini berfokus untuk memasarkan produknya di dalam negeri terlebih dahulu, mengikuti kebutuhan sektor industri dan pertanian yang masih besar.

"Saya yakin Esemka dapat diterima di masyarakat, dikarenakan Esemka sudah ada Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen, sehingga harganya kompetitif. Saya juga pikir ini dapat dipasarkan untuk negara-negara tertentu, namun kita masih konsentrasi di dalam negeri karena kebutuhan untuk industri dan pertanian sangat banyak sekali," tuturnya di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

Sebagai informasi, Esemka pada hari ini baru saja meluncurkan dua produk terbarunya, yakni Bima 1.2 dan Bima 1.3. Kedua mobil tersebut berjenis pickup yang diproyeksikan untuk mengangkut barang, dimana Bima 1.2 berkapasitas 1.200 CC dan Bima 1.3 berkapasitas 1.300 CC.

Lebih lanjut, Menhub Budi turut angkat bicara terkait kemungkinan Esemka untuk ikut memproduksi kendaraan listrik. Menurutnya, belum waktunya bagi Esemka untuk berpartisipasi dalam industri kendaraan listrik.

Dia mengimbau kepada Esemka untuk fokus dalam memproduksi mobil-mobil berjenis pickup bagi pedesaan, sedangkan mobil listrik saat ini difokuskan untuk daerah perkotaan yang tingkat polusinya sudah tinggi.

"Untuk masa depan memang mobil listrik itu menjadi keniscayaan, tetapi mobil listrik itu lebih banyak untuk perkotaan. Esemka mengambil posisi untuk pasar di pedesaan dengan membangun mobil-mobil angkutan barang," ujar dia.

"Dikarenakan juga tingkat polusi di perkotaan sangat tinggi, sehingga mobil listrik difokuskan di perkotaan dan juga mobil listrik juga membutuhkan infrastruktur lain seperti charger station," pungkas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: