Gairahkan ekonomi lokal, Kementerian PUPR bangun 4 jenis rest area baru di pinggir tol

Kamis, 5 September 2019 | 13:25 WIB ET

BANDUNG, kabarbisnis.com: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membangun tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area baru di pinggir jalan tol di sejumlah ruas. Langkah ini dimaksudkan guna menggairahkan perekonomian lokal.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan rencana tersebut akan tertuang dalam peraturan menteri (permen) baru yang merevisi aturan mengenai rest area.

Advertisement

"Ada permen perlu direvisi soal rest area atau TI dan TIP. Waktu mudik dibilang rest area sumber macet. Ke depan rencananya perluas scope fasilitas pelayanan publik di jalan tol. Kita akan perluas definisinya, ditambah empat," kata Danang di Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/9/2019) malam.

Keempat rest area tambahan tadi meliputi rest area destinasi, kawasan transit antar moda, logistik hub, dan kawasan terintegrasi dengan industri.

Danang menjelaskan, sudah ada beberapa lokasi yang berminat membangun empat kawasan baru yang letaknya di pinggir jalan tol tersebut, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera.

Bahkan beberapa kontraktor jalan tol meminta proyek tersebut masuk dalam satu paket pengerjaan jalan tol. "Sudah ada permintaan dari Jawa Tengah khusus di rawa pening yang mau mengembangkan pariwisata, ini kita pikirkan rest area destinasi," jelas Danang.

Selain itu, untuk kawasan transit antar moda merupakan respon dari permintaan Kementerian Perhubungan. Menurutnya, kawasan ini bisa dijadikan tempat naik turun penumpang bus Trans Jawa untuk didistribusikan ke kawasan lainnya.

"Karena rest area tidak dirancang untuk tempat berhenti, nantinya bus yang besar yang berhenti akan disambungkan dengan moda transportasi kawasan sekitar," jelasnya.

Selanjutnya, mengenai kasawan logistic hub, tujuannya untuk memudahkan mobilitas angkutan yang awalnya berada di jalan nasional ke jalan tol.

Sementara untuk kawasan industri, akan menhubungkan langsung jalan tol dengan kawasan industri. Dia menjelaskan, konsepnya hampir sama seperti jalan tol yang ada di Amerika Serikat (AS) dan Jerman.

Danang mengatakan, realisasi pengembangan empat kawasan di pinggir jalan tol ini masih menunggu peraturan menteri yang baru.

"Itu masih menunggu peraturan menteri, harapan kami Permennya tahun ini selesai, dan harapan kami juga tahun depan sudah mulai perencanaan dan minat dari investor untuk mengembangkan itu," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: