BTN buka peluang pangkas bunga KPR

Rabu, 4 September 2019 | 12:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membuka kemungkinan untuk menurunkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR). Hal ini menyusul langkah Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga suku bunga acuan (BI 7 Days Reverse Repo Rate/BI7DRRR) untuk kedua kalinya pada Agustus 2019 lalu.

Direktur Keuangan dan Treasury BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, selain dipengaruhi oleh penurunan bunga acuan oleh BI, pertimbangan untuk memangkas bunga KPR juga didasari kondisi likuiditas di pasar.

Adapun hingga saat ini, likuditas di industri perbankan berada dalam kondisi yang cukup ketat.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terakhir, rasio simpanan terhadap kredit (loan to deposit ratio/LDR) yang mencerminkan likuiditas industri berada di posisi 96,1 persen.

"Bunga kredit mungkin saja turun sepanjang likuiditas di market cukup. Selain bunga acuan, ketetatan likuiditas juga pengaruh," kata Nixon di Menara BTN, Jakarta, kemarin.

Adapun saat ini, posisi loan to deposit ratio (LDR) BTN hingga semester I 2019 berada di kisaran 114,29 persen.

Meski begitu, Nixon optimistis, bunga KPR di bank pelat merah tersebut bisa turun lantaran sudah ada indikasi penurunan biaya bunga di Agustus jika dibandingkan Juli lalu.

"Biaya bunga Agustus dengan Juli sudah turun walau likuiditas nambah. Kapan akan tertransmisi ke kredit tunggu likuiditasnya stabil," jelas Nixon.

"Kalau masih perang harga gini memang agak susah jawabnya, tapi ke depan akan turun. Tunggu saja timing-nya," pungkasnya.

Adapun hingga akhir tahun 2019, BTN menargetkan laba bersih senilai Rp 2,6 triliun, pertumbuhan aset 10-12 persen, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 11-13 persen, LDR 101-103, dengan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) coverage mencapai 70 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: