Agustus 2019, Jatim alami inflasi 0,12 persen

Rabu, 4 September 2019 | 00:40 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Laju indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi Provinsi Jawa Timur pada bulan Agustus 2019 sedikit mengalami kenaikan menjadi 0,12 persen akibat kenaikan harga berbagai komoditas seperti emas, biaya sekolah dasar dan cabai rawit.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Santoso mengatakan bahwa  cabai rawit masih menjadi komoditas penyumbang inflasi pada bulan Agustus 2019. "Setelah pada sebelumnya mengalami kenaikan, efeknya masih dirasakan sampai Agustus 2019," kata ujar Teguh Santoso di Surabaya, Selasa (2/9/2019).

Lebih jelas ia mengatakan bahwa Data BPS menyatakan bahwa  inflasi Jatim pada Agustus 2019 sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2018. Pada Agustus 2018 Jatim mengalami inflasi sebesar 0,11 persen, sedangkan Agustus 2019 mengalami inflasi sebesar 0,12 persen, yaitu dari 135,57 poin menjadi 135,74 poin.

Sementara itu dari tujuh kelompok pengeluaran di Jatim, lima kelompok mengalami inflasi dan dua lainnya mengalami deflasi, dengan inflasi tertinggi pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 1,55 persen.

Diikuti kelompok sandang sebesar 1,37 persen, kesehatan sebesar 0,12 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,11 persen, serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, serta tembakau sebesar 0,04 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi kelompok bahan makanan 0,57 persen, dan kelompok transportasi komunikasi dan jasa keuangan yaitu sebesar 0,17 persen.kbc6

"Ada  tujuh kota mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jember 0,33 persen, diikuti Probolinggo sebesar 0,27 persen, Malang sebesar 0,19 persen, Surabaya 0,11 persen, Sumenep 0,10 persen, Banyuwangi 0,08 persen, dan Madiun sebesar 0,04 persen," tambahnya.

Sedangkan kota yang mengalami deflasi yaitu Kediri sebesar 0,23 persen. "Jika dibandingkan berdasarkan tingkat inflasi kalender 2019 di 8 kota IHK Jawa Timur, Banyuwangi merupakan kota dengan inflasi tahun kalender tertinggi yaitu mencapai 1,94 persen. Sedangkan kota yang mengalami inflasi kalender terendah adalah Kediri yang mengalami inflasi sebesar 0,93 persen," pungkas Teguh.kbc6

Bagikan artikel ini: