Kemenhub bakal evaluasi kenaikan tarif ojol, ada peluang diturunkan?

Selasa, 3 September 2019 | 12:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah resmi memberlakukan tarif baru ojek online (ojol) pada Senin (2/9/2019) kemarin. Meski demikian, pemerintah tetap akan memantau tanggapan pengguna jasa terkait kenaikan ini dan masih membuka peluang penurunan tarif.

Penurunan ini terutama menyangkut wilayah luar Jawa yang masih harus disesuaikan. Survei kepuasan tarif oleh Kemenhub akan berlangsung dengan mengambil sampel dari 224 kota di Indonesia pada sepekan ke depan.

"Kalau misalnya terjadi masyarakat merasa mahal dan sebagainya, apakah tarif bisa turun lagi? Saya rasa bisa saja, tapi tergantung hasil survei kita," tegas Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Budi menyebut, tahap awal mungkin ada sentimen penolakan tarif baru, tetapi ia berkata kenaikan tarif tidaklah besar-besaran melainkan di kisaran ratusan rupiah saja sehingga tidak membebankan masyarakat.

Sayangnya, peluang menurunnya tarif ojek online lebih mungkin terjadi di wilayah luar Jabodetabek. Pasalnya, wilayah Jabodetabek terpantau berhasil menyesuaikan diri dengan tarif baru.

"Zona II daerah Jabodetabek berjalan relatif sangat bagus, tinggal saya masih mendengar beberapa daerah di luar Jawa yang tarifnya harus kita perbaiki kembali," jelas Budi Budi.

Wilayah Jabodetabek yang masuk kategori Zona II sudah mengalami kenaikan tarif lebih awal. Survei Kemhub pun membuktikan bahwa pendapatan ojek onlinecenderung naik karena tarif baru meski tingkat order lebih rendah.

"Versi pengemudi: dari order menurun tapi pendapatan naik karena ada rasionalisasi, peningkatan tarif, dari yang sebelumnya," pungkas Budi.

Beberapa bulan lalu Kemenhub telah menerapkan kenaikan tarif ojek online, mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Kemenbub berencana memperluas kenaikan tarif ini ke kota-kota lainnya.

Direktur Angkutan Jalan dan Multimoda Kementerian Perhubungan Ahmad Yani menyatakan, perluasan tarif tahap 3 akan menyasar ke kurang lebih 88 kota.

Sebagai informasi, perluasan kenaikan tarif ojek online tahap I dilakukan di wilayah Jabotabek, Bandung, Jogja, Surabaya dan Makassar, diikuti dengan tahap II yang melebar ke kurang lebih 41 kota di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Yani mengatakan, perluasan kenaikan tarif secara keseluruhan ditargetkan rampung September mendatang. Setelahnya, Kemenhub bakal mengevaluasi pemberlakuan tarif baru setelah diterapkan selama 3 bulan. kbc10

Bagikan artikel ini: