Kerjasama alih teknologi Balitbangtan 2019 hasilkan Rp8,4 miliar

Minggu, 25 Agustus 2019 | 10:10 WIB ET
Kepala Balitbangtan Kementan Fadjri Jufri.
Kepala Balitbangtan Kementan Fadjri Jufri.

JAKARTA, kabarbisnis.com: Negara memperoleh Rp 8,4 miliar berupa hasil royalti dari kegiatan pengembangan yang dilakukan mitra penerima lisensi Badan Litbang Kementerian Pertanian (Kementan). Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari hasil Kerjasama Alih Teknoloogi ini terhitung sepanjang delapan bulan di tahun 2019.

Kepala Balitbangtan Kementan Fadjri Jufri mengungkapkan hal itu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (25/8/2019) ketika memberikan sambutan dalam Agroinovasi Fair (AIF) 2019.

AIF tahun 2019 dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 24 sampai dengan 25 Agustus 2019 di area kantor Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian.AIF tahun 2019 ini mengusung tema "Bumikan Hasil Riset Inovasi Balitbangtan Melalui Kerjasama Alih Teknologi".

Penyelenggaraan AIF merupakan yang ke-5 sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015. Penyelenggaraan AIF pada kesempatan ini, juga sebagai rangkaian dari kegiatan peringatan HUT RI ke 74, peringatan 45 Tahun Badan Litbang Pertanian, serta Hari Teknologi Nasional (Hateknas).

Menurut Fadjri Balitbangtan telah mendaftarkan 40 hasil penelitian baik rezim paten, cipta ,merek dan Hak Pendaftaran Varietas Tanaman (Hak PVT) . Gelaran AIF 2019 merupakan upaya Balitbangtan menge-expose teknologi bernilai Kekayaan Intelektual (Intellectual Property) yang sudah dunia usaha.

"Kita perkenalkan varietas Jaliteng salah satu varietas unggul padi hasil Balitbangtan, serta varietas beras Brasmati Aromatic yang juga merupakan VUB padi hasil Balitbangtan," ujar Fadjri .

Fadjri menambahkan, untuk tahun 2019 ini tercatat 30 kerjasama lisensi yang telah di tandatangani antara Balitbangtan dengan pihak penerima lisensi, dan pada tahun 2019 ini Balitbangtan telah berhasil menerima royalti senilai 8,4 Milyar dari proses kegiatan pengembangan yang dilakukan mitra penerima lisensi Balitbangtan.

Fadjri berharap melalui kerjasaama alih teknologi ini semua stakeholders bersama-sama mengembangkan invensi Balitbangtan menjadi inovasi yang dapat digunakan untuk pembangunan pertanian.

Selain itu, kegiatan ini juga memiliki tujuan yakni mempromosikan teknologi pertanian, meningkatkan kapasitas masyarakat terhadap teknologi pertanian melalui beragam kegiatan bimbingan teknis dan demonstrasi teknologi,meningkatkan akses untuk pengembangan, hilirisasi dan pemasaran produk pertanian melalui temu bisnis serta klinik agribisnis, HKI, dan Alih Teknologi.

Adapun rangkaian acara yang akan dilaksanakan dalam AIF 2019 ini diantaranya adalah Bimbingan Teknis: Budidaya Ayam KUB, Pengolahan Jamu Instan, Hidroponik, Pengolahan Kopi dan Cooking Class pembuatan sosis, tercatat secara keseluruhan peserta dari acara ini adalah 525 orang yang telah mendaftarkan diri sebelum tanggal 22 Agustus 2019.

Selain itu sebagai upaya dalam mempromosikan inovasi teknologi, dilaksanakan juga temu bisnis untuk teknologi-teknologi Balitbangtan yang siap untuk proses alih teknologi dan untuk AIF 2019 ini Temu Bisnis mengangkat teknologi Pupuk Hayati dan Pestisida Nabati yang akan diikuti oleh dunia usaha yang bergerak dibidang pupuk hayati dan pestisida nabati.kbc11

Bagikan artikel ini: