Go internasional-kan risetnya, ini upaya Balitbangtan

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 10:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dukungan IPTEK dalam pembangunan pertanian sangat dibutuhkan dalam rangka peningkatan produktivitas dan produksi, diversifikasi dan kualitas produk, serta peningkatan volume dan nilai ekspor. Menariknya, hasil diseminasi dari peneliti Balitbangtan tersebut akan masuk dalam prosiding Scopus, sehingga terindeks secara global.

Hasil penelitian dari Peneliti Badan Penelitian dan pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dipaparkan dalam “The 1st International Conference on Sustainable Plantation (ICSP)” yang diselenggarakan pada 20-22 Agustus 2019 di IPB International Convention Center Bogor yang dihadiri oleh para pakar dari Eropa, Asia Timur dan Asia Tenggara ini sangat beragam dan membuka peluang inovasi dan transfer teknologi baru.

Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Fadjry Djufry menerangkan, Balitbangtan telah membuat sejumlah terobosan riset dan teknologi pada komoditas perkebunan seperti tebu, kopi, kelapa, serat, dan lada yang mendukung sustainability dari komoditas unggulan ini dari sisi ekonomi, social dan lingkungan.

"Beberapa diantaranya adalah dilepasnya varietas tebu unggul dengan produktivitas, rendemen dan hablur yang jauh melebihi varietas lokal untuk mendukung pemerintah dalam menjawab masalah kekurangan bahan baku pabrik gula dan impor gula yang masih tinggi  hingga saat ini," ujar Fadjry dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Penerimaan devisa negara dari ekspor komoditas kopi juga tergolong tinggi. Oleh sebab itu, Balitbangtan terus berupaya untuk meningkatkan nilai ekspor tersebut dengan menghasilkan teknologi yang diminati oleh pasar global.

"Pada tahun sebelumnya, kopi luwak menjadi kopi yang sangat diminati oleh pencinta kopi dunia, maka tahun ini Balitbangtan menghasilkan kopi bisang yang diperoleh melalui proses pencernaan dari hewan bisang (Arctictis binturong) yang tak kalah dari kopi luwak. Starter kopi bisang sudah dihasilkan dan akan dilaunching segera oleh Menteri Pertanian," beber KaBalitbangtan. 

Teknologi tersebut bersama dengan sejumlah teknologi perkebunan lainnya telah dipresentasikan oleh para peneliti Puslitbangbun, Balitbangtan, Kementan dan IPB serta peneliti dari mancanegara pada kegiatan ICSP tahun ini.Kegiatan ini merupakan upaya Balitbangtan dalam memfasilitasi para peneliti untuk bisa go-internasional, membantu karier sebagai pejabat fungsional, dan bisa mengambil bagian dalam pembangunan pertanian global," kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Syafaruddin, PhD

Melihat banyak manfaat dari penelitian ini, Wakil Ketua Panitia, Ir. Jelfina C. Alouw, PhD mengemukakan, naskah hasil riset ini akan dipublikasikan dalam prosiding terindeks scopus, agar hasil riset ini bisa dimanfaatkan seluas-luasnya bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan bagi peningkatan taraf hidup rakyat Indonesia serta meningkatkan pengakuan dunia terhadap teknologi hasil anak bangsa.kbc11

Bagikan artikel ini: