Dukung gerakan non tunai, BI Jatim mulai gencarkan sosialisasi QRIS

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 10:36 WIB ET
Kepala Kanwil BI Jatim, Difi A. Johansyah
Kepala Kanwil BI Jatim, Difi A. Johansyah

JOGJAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur mulai melakukan sosialisasi penggunaan Quick Respon Indonesia Standar (QRIS) pada masyarakat. Selain kepada media dan grup, BI juga akan menyosialisasikannya kepada pedagang di pasar, merchant, kampus, pesantren dan juga rumah ibadah. QRIS adalah standar Quick Response (QR) Code nasional untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking.

"Kami akan terus menyosialisasikannya agar masyarakat paham karena QRIS ini adalah bagian dari kebijakan untuk mendorong transaksi non tunai untuk digunakan di Indonesia. Selain QRIS, dukungan BI untuk gerakan non tunai juga dengan mendorong elektrifikasi pembayaran Pemda.  Selain bisa lebih efisien juga  terbukti pendapatan menjadi lebih baik, ada kenaikan satu persen," terang Kepala Kanwil BI Jatim, Difi A. Johansyah di Jogja, Kamis (23/8/2019) malam.

Lebih lanjut Difi mengatakan bahwa QRIS yang telah akan diterapkan secara nasional pada 1 Januari 2020 ini adalah platform nasional yang akan menyatukan platform sistem pembayaran non tunai yang sudah dikeluarkan oleh berbagai merchant seperti OVO, Gopay, LinkAja dan lain sebagainya. 

Langkah ini dilakukan guna menciptakan kemandirian sistem pembayaran secara nasional agar tidak lagi tergantung dengan sistem pembayaran luar negeri. Upaya ini juga akan menjadikan Indonesia setara dengan  negara lain yang lebih dahulu telah menerapkan sistem yang sama. 

Kepala Divisi SP-PUR KPw BI Provinsi Jatim, Abrar menambahkan, QRIS bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia Maju. 

Menurutnya, QRIS memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya gampang dan universal karena bisa digunakan untuk transaksi pembayaran di dalam dan luar negeri.  

Selain itu, dengan menggunakan QRIS, pembeli dan penjual akan diuntungkan karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel. 

Untuk tahap awal, QRIS fokus pada  penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) dimana penjual (merchant) yang akan menampilkan  QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran. 

Sebagai percontohan, sistem ini telah diterapkan oleh Lembaga Donasi Sosial Bank Indonesia yang mulai efektif diberlakukan sejak tanggal 17 Agustus 2019 kemarin, bersamaan dengan peluncuran QRIS secara nasional. QRIS donasi  sosial BI ini bisa mengakomodir transaksi untuk 19  Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

"Kedepan, harapan kami masjid sudah tidak menggunakan kotak amal lagi tetapi menggunakan QRIS. Selain aman juga efektif dan efisien," pungkas Difi. kbc6

Bagikan artikel ini: