Dapat lampu hijau, Gojek siap mendarat di Malaysia

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 07:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Keinginan perusahaan aplikasi asal Indonesia, Gojek untuk beroperasi di Malaysia rupanya mendapat lampu hijau dari pemerintah negara setempat.

Menteri Pengembangan Wirausaha Datuk Seri Mohd Redzuan Yusof mengatakan, izin prinsip ini telah disepakati seluruh kabinet dalam rapat yang digelar Rabu (21/8/2019).

"Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Perhubungan telah diminta bekerja bersama dan membahas payung hukum yang perlu diubah atau dibuat. Regulasi itu memungkinkan layanan (Gojek) diimplementasikan di negara ini," katanya seperti dikutip dari Malaymail. 

Yusof mengatakan payung hukum bakal segera dirembuk untuk melindungi keamanan usaha Gojek bila perusahaan bervaluasi Unicorn itu sudah beroperasi di Malaysia. Adapun alasan pemerintah mengizinkan Gojek beropersi ialah untuk mengembangkan ekonomi, khususnya bagi milenial. 

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq Abdul Rahman telah mengumumkan kabar izin operasi Gojek di Malaysia melalui akun Instagram pribadinya. 

"Kabinet sebulat suara meluluskan modal Ekonomi Gojek-DegoRide. Terima kasih kepada semua yang membantu dalam merealisasikan impian ini, khususnya YAB Dr Mahathir Mohamad & Menteri Pengangkutan, Anthony Loke,” tulisnya, yang langsung disambut ribuan respons dari warganet. 

Syed Saddiq berharap beroperasinya Gojek di Malaysia akan membuka peluang kerja bagi puluhan ribu warga. Selain itu, Gojek melalui sejumlah layanannya juga digadang-gadang dapat mendorong pertumbuhan wirausaha masyarakat sekelas UMKM. 

Vice President Gojek Indonesia Kristy Nelwan mengatakan, entitasnya mengapresiasi peluang izin operasi dari Malaysia. Gojek, ujar dia, dapat menciptakan iklim usaha positif di negeri jiran tersebut. 

“Gojek akan membawa pilihan bagi pelanggan, membuka kesempatan kerja baru bagi para pelaku ekonomi mandiri, dan membantu SME Malaysia untuk berkembang,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo mengatakan proses menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Malaysia tak terlampau mudah. Ia mengaku perusahaannya telah beberapa kali berkomunikasi dengan pemerintah setempat. 

Di Malaysia, Gojek bersaing dengan setidaknya tiga perusahaan serupa. Pesaing beratnya ialah Grab, yakni perusahaan penyedia aplikasi lokal yang juga telah berekspansi ke sejumlah negara di ASEAN. kbc10

Bagikan artikel ini: