Marak artis hijrah bawa berkah fintech syariah

Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Maraknya sejumlah artis Tanah Air yang hijrah rupanya menjadi salah satu pendorong pertumbuhan financial technology (fintech) syariah di Indonesia. 

"Pertumbuhan fintech syariah itu pesat akhir-akhir ini. Di daerah luar Jabodetabek saat ini literasi keuangan syariahnya bagus, di lapangan mereka lebih cenderung mau yang syariah. Ini ada pengaruh juga dari tren hijrah artis-artis," kata Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Yusuf Wijaya di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Dia mengatakan, momentum hijrah artis juga membuat pertumbuhan fintech syariah dalam sektor produktif lebih cepat.

Terlebih, fintech syariah memang menjunjung tinggi sektor produktif karena lebih mampu membuat masyarakat naik kelas.

"Sebagian besar anggota AFSI masuknya ke sektor produktif, itu 90 persen syariah semua. Kalau di syariah kita memang menjunjung tinggi yang sektor produktif, karena buat orang berusaha. Bagi kami lebih relevan untuk mendorong masyarakat yang ekonominya menengah untuk bisa naik kelas," ungkap Ronald.

Adapun saat ini pembiayaan sektor produktif di AFSI kebanyakan menyasar sektor UKM, manufaktur, pertanian, trading maupun jual beli. Dari pembiayaan di sektor-sektor tersebut, sektor pertanian masih menjadi primadona.

"Paling bertumbuh memang pembiayaan untuk sektor pertanian, tapi saya belum bisa sebutkan angkanya. Terakhir ada 4 anggota AFSI yang menyasar sektor pertanian," ungkap dia.

Ronald menjabarkan, pembiayaanuntuk sektor pertanian yang dimaksud antara lain pembelian mesin potong, pembelian pupuk di awal ketika panen, atau supply chain agar mendapat akses pemesanan dari perusahaan maupun convenience store.

"Misal sebuah perusahaan minta suplai sekian banyak tapi enggak ada modal. Nah ini didanai agar bisa memenuhi permintaan," jelas Ronald.

Selain dari sisi fintech, pertumbuhan juga terjadi pada anggota AFSI. Ronald mencatat, jumlah anggota AFSI saat ini berjumlah 120 fintech dari yang semula hanya 10 fintech. kbc10

Bagikan artikel ini: