Bina 9 ribu warteg, startup ini gandeng OCBC NISP dan Politeknik Sahid

Rabu, 21 Agustus 2019 | 08:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Jumlah warung makan kaki lima di Tanah Air cukup besar. Mereka bersaing untuk mendapatkan pelanggan dengan mengandalkan sajian makanan sesuai kemampuan pemiliknya.

Terbatasnya kemampuan dalam pasar dan pengembangan bisnis tersebut mendasari Wahyoo untuk meluncurkan Akademi Wahyoo untuk membina 9 ribu mitra warung makanannya. 

Startup yang menginisiasi gerakan "Wahyoo Challenge" di media sosial ini menggandeng Politeknik Sahid dan Bank OCBC NISP.

Melalui program itu, mitra warung makan Wahyoo akan memperoleh pelatihan untuk meningkatkan pelayanan pelanggan, menjaga kebersihan makanan dan dapur, serta menambah keterampilan mengelola keuangan.

"Akademi Wahyoo bertujuan memberi nilai lebih kepada para mitra warung makan agar lebih profesional dan sejahtera," kata CEO Wahyoo, Peter Shearer di Menara Kibar, Selasa (20/8/2019).

Pelatihan di Akademi Wahyoo akan dilakukan secara luring, menyesuaikan waktu para mitra warung Wahyoo. Namun, umumnya itu dilakukan pada Minggu dengan durasi sekitar 2 jam.

Ke depannya, akademi itu juga akan hadir dalam versi daring untuk menjangkau lebih banyak mitra. "Saat ini masih proses pengembangan untuk masuk ke aplikasi Wahyoo (khusus mitra)."

Akademi itu akan mengacu pada dua modul, yakni pelayanan pelanggan dan kebersihan makanan dan dapur. Modul itu digarap bersama dengan Politeknik Sahid.

Wakil Direktur Bidang III Politeknik Sahid, Asep Parantika menyampaikan, "Kami harap ke depannya pelanggan bisa merasakan pelayanan yang baik dan makanan yang lebih terjaga kebersihannya, tidak hanya di kafe, tapi juga di warung makan yang lebih sederhana."

Sementara itu, Bank OCBC NISP berperan memberikan literasi keuangan, meliputi manajemen keuangan dan pengelolaan arus kas. Dua perusahaan itu juga menggarap fitur baru di aplikasi Wahyoo, yakni Kalkulator Impian.

"Dengan fitur itu, para mitra dapat mempraktikan perencanaan keuangan sehingga dapat bersaing di era modern ini," kata Direktur Bank OCBC NISP, Mirah Wiryoatmodjo.

Bank OCBC NISP sendiri telah memiliki 7 ribu karyawan dan 299 kantor di Indonesia. Per 30 Juni 2019, Bank OCBC NISP melayani nasabah di 60 kota Tanah Air, dengan 700 unit ATM, sekaligus lebih dari 700 jaringan ATM OCBC Group di Singapura dan Malaysia.

Di sisi lain, Wahyoo kini sudah merangkul 9 ribu warung makan di Jabodetabek. Perusahaan menargetkan bertambahnya mitra warung menjadi 13 ribu pada akhir tahun ini.

Selain itu, startup itu juga bekerja sama dengan merek, seperti Torabika, Teh Pucuk Harum, Happy Tos, Betadine, dan Redoxon. Wahyoo juga bermitra dengan Go-Jek untuk menghadirkan paket makanan spesial pengemudi-pengemudinya. kbc10

Bagikan artikel ini: