Poltekpar Medan undang dosen tamu untuk beri inspirasi mahasiswa baru

Rabu, 21 Agustus 2019 | 07:12 WIB ET

MEDAN - Pengembangan SDM pariwisata menjadi fokus utama yang terus didorong Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan. Berbagai program selalu digelar untuk membuat mahasiswa Poltekpar Medan siap terjun menjadi profesional. Bahkan sejak menjadi mahasiswa baru. 

Salah satunya dengan menggelar Guest Lecture untuk mahasiswa baru. Poltekpar Medan mengundang Prof. Dr Irmawati untuk memberikan motivasi bagi mahasiswa baru. Diadakan di Gedung Serbaguna Poltekpar Medan, kegiatan tersebut mengangkat tema pengembangan diri sebagai insan pariwisata, Senin (19/8).

Direktur Poltekpar Medan, Anwari Masatip, mengatakan, kegiatan tersebut diinisiasi oleh Unit Bimbingan Konseling. Dimana program tersebut diikuti oleh 505 mahasiswa mahasiswa baru.

“Dalam kegiatan ini hadir narasumber dari Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara Prof. Dr.Irmawati, Psikolog. Beliau menyampaikan paparan terkait bagaimana cara untuk memotivasi diri sendiri dan memahami peran dan tujuan untuk menjadi motivasi bagi diri sendiri,” ujarnya, Senin (19/8/2019).

Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut diharapkan mahasiswa dan mahasiswi baru lebih termotivasi belajar. Apalagi mereka nantinya merupakan akan menjadi insan pariwisata yang merupakan garda terdepan pengembangan pariwisata.

"Langkah ini sangat tepat, mengingat para mahasiswa baru sedang mengalami perubahan dari seorang siswa sekolah menengah, dan ada juga beralih program studi dari kampus lain, dan bahkan sudah sempat bekerja, kini harus siap dengan peran barunya menjadi mahasiswa sebagai insan pariwisata,” jelasnya.

Ia menuturkan, para mahasiswa tersebut harus diberikan pembekalan dan pengarahan serta dimotivasi dengan baik dan benar. Karena dengan itu proses pembelajaran yang diikuti dapat berjalan dengan baik. Karena jelas, untuk mencapai sebuah keberhasilan harus direncanakan dengan baik. Mahasiswa tidak hanya dibekali dengan ESQ dan sertifikasi, tetapi motivasi merupakan salah satu hal yang harus ditingkatkan.

“Sumber daya manusia yang terbentuk nantinya tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki semangat dan motivasi yang tinggi menjadi insan pariwisata,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyan. Pola pendidikan seperti ini harus terus ditingkatkan. Dengan motivasi yang tepat para mahasiswa baru akan tumbuh menjadi insan pariwisata yang mumpuni.

"Sebagai salah satu perguruan tinggi di bawah koordinasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Poltekpar Palembang harus tampil terdepan. Karena pariwisata Indonesia membutuhkan SDM terbaik dalam membangun sektor pariwisata. Langkahnya memang harus dimulai sedari awal. Sedari para mahasiswa baru memasuki jenjang perkuliahan," katanya.

Bagi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, progran motivasi yang diisi oleh praktisi kepariwisataan merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata. Karena jelas para pakar ini dapat mencatak SDM berkelas dunia. "Kalau ingin menjadi pemain global, maka kita harus menggunakan standar global,” kata Menpar.

SDM pariwisata dituntut untuk berstandar global termasuk sekolah pariwisata yang juga harus berstandar global. Apalagi saat ini Danau Toba telah ditetapkan sebagai kawasan pariwisata super prioritas. Dengan itu dibutuhkan SDM handal yang bisa mengembangkannya.

"Cikal bakalnya ada di Poltekpar Medan sebagai penyuplai SDM terbaik bagi pengembangan Danau Toba," kata Arief Yahya.

Arief Yahya pun mengingatkan, di era pasar bebas, distribusi dan mobilitas orang akan terjadi begitu mudah dan cepat. Suka atau tidak suka industri pariwisata akan diserang atau menyerang negara lain dalam percaturan 'global war of talent'.

"Kalau kita punya SDM pariwisata mumpuni, maka kita akan 'menyerang' dengan mengekspor talent ke negara lain. Sebaliknya, jika SDM pariwisata buruk, maka kita akan 'diserang' oleh SDM terampil yang murah dari negera lain. Mereka akan membanjiri pasar tenaga kerja Indonesia," pungkas Menpar terbaik di ASEAN itu. (*)

Bagikan artikel ini: