Inovasi bioplastik dari pati singkong, solusi kemasan ramah lingkungan

Senin, 19 Agustus 2019 | 20:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pertumbuhan industri dan jumlah penduduk menuntut penggunaan plastik yang sulit ditiadakan.Padahal, dampaknya tidak baik terhadap daya dukung lingkungan hidup. Melihat hal ini Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen  Pertanian (BB Pascapanen) mengeluarkan inovasi Bioplastik dari nano selulosa pati yang jauh lebih ramah lingkungan 

Kepala BB-Pascapanen Prayudi Syamsuri mengungkapkan dukungan BB Pascapanen terhadap lingkungan ini bisa menjadi solusi kemasan yang ramah lingkungan. "Kelebihan kemasan bioplastik ini adalah mudah terurai di tanah dan kembali menjadi struktur hara tanah dalam waktu singkat," ujar Prayudi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Kemasan bioplastik sudah cukup banyak diproduksi di mancanegara,bahkan industri lokal juga sudah ada beberapa industri yang memproduksi bioplastik dari bahan pati singkong. Namun yang menjadi tantangannya adalah ketahanan terhadap panas kurang, tingkat kekuatan mekanisnya kurang, dan sangat sensitif terhadap air. Karena itu, banyak peneliti dan juga produsen bioplastik mencari solusi untuk mengatasi kekurangan-kekurangan dari bioplastik ini. 

"Memang perlu dikompositkan dengan bahan tambahan lain seperti serat dan bahan biokomposit lainnya untuk memperbaiki dan meningkatkan sifat mekanis dan fisiknya. Salah satu untuk meningkatkan kekuatan bioplastik adalah dengan menambahkan serat selulosa sebagai bahan komposit," tuturnya. 

Serat selulosa dari limbah biomassa pertanian menjadi perhatian Balitbangtan. Hal ini dikarenakan jumlahnya banyak, mudah didapat dan murah serta untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. 

Hasil riset BB Pascapanen Pertanian menunjukkan serat selulosa dengan tingkat kristalinitas tinggi dan dalam bentuk partikel nano atau satu per semilyar meter terbukti lebih efektif untuk meningkatkan kekuatan mekanis bioplastik dan lebih kompatibel pada proses pembuatan adonan pelet plastik sehingga bioplastik yang dihasilkan lebih homogen.Termasuk meningkatkan kekuatan mekanis bioplastik, memperbaiki ketahanan terhadap panas dan mengurangi sensitivitas terhadap air serta sifat barrier terhadap oksigen meningkat. Hasil teknologi canggih yang dimiliki Balitbangtan ini menjawab solusi teknologi yang berbasis ramah lingkungan. 

Hingga saat ini, BB-Pascapanen telah menghasilkan teknologi produksi nanoselulosa pada skala laboratorium. Namun, produksi nanoselulosa dengan tingkat kristalinitas tinggi tentunya menjadi tantangan dalam hal konsistensi struktur kristal dan ukuran partikelnya yang seragam.

Scaling up produksi nanoselulosa hingga skala industri juga masih menjadi tantangan ke depan. Namun, inovasi mendukung teknologi yang berbasis ramah lingkungan akan terus dilakukan dan ditingkatkan dengan penyediaan sumber daya manusia yang kompeten dan peralatan teknologi nano yang menjawab tantangan dunia saat ini.kbc11

Bagikan artikel ini: