Pemerintah siapkan subsidi angkutan bus di tahun depan

Minggu, 18 Agustus 2019 | 09:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal menggelontorkan subsidi untuk transportasi massal baru berbasis bus atau disebut buy the service mulai 2020 mendatang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kucuran subsidi ini diharapkan dapat menjaga kemampuan beli konsumen untuk menggunakan bus sebagai transportasi umum. Dengan kata lain, harga tarif bus disesuaikan dengan kantong masyarakat.

"Selama ini kami memberikan bus kepada daerah, nanti kami akan subsidi angkutan bus pada peak season sehingga daya beli masyarakat bisa dicapai, tetapi bisnis angkutan umum akan membaik," kata Budi, Jumat (16/8/2019).

Sekadar diketahui, saat ini pemerintah memberikan bus ke beberapa daerah agar tarif yang dikenakan ke konsumen sesuai dengan kemampuan masyarakat. Namun, skema itu akan diubah tahun depan. 

"Kami subsidi awal-awal, nanti bisnis angkutan bus akan membaik. Kami perkirakan butuh waktu empat tahun sampai lima tahun," terang dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan, skema buy the service akan diuji di sejumlah daerah, yakni Medan, Palembang, Solo, Denpasar, Surabaya, dan Yogyakarta.

"Kota-kota besar ini memang sudah kami rencanakan sejak awal. Jika uji coba ini berhasil, kami tinggal jual konsep buy the service ke pemerintah daerah lainnya," kata dia.

Pemerintah juga sempat mempersiapkan skema transportasi berbasis bus yang disebut Bus Raya Terpadu (BRT). Namun, skema itu punya banyak perbedaan dengan sistem buy the service.

Di dalam skema buy the service, penyediaan bus nantinya murni dilakukan oleh swasta, sehingga pemerintah pusat hanya membeli jasa operatornya saja. Sebagai kompensasi, pemerintah pusat akan memberikan subsidi demi membantu biaya operasional dan menjaga tarif angkutan bus tetap terjangkau. 

Kemenhub sendiri mendapatkan jatah anggaran di RAPBN 2020 sebesar Rp42,7 triliun. Angka itu naik dari alokasi tahun ini yang hanya Rp41,4 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: