Dipatok Rp419 triliun, pemerintah geber bangun infrastruktur jalan di 2020

Minggu, 18 Agustus 2019 | 07:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kendati mulai fokus mengalokasikan pada peningkatan anggaran sumber daya manusia (SDM), pemerintah merencanakan anggaran infrastruktur sebesar Rp 419,2 triliun pada 2020. Jumlah tersebut naik 4,9% dibandingkan prediksi realisasi tahun ini yang sebesar Rp 399,7 triliun. 

Budget terbesar dialokasikan untuk pembangunan jalan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan anggaran untuk pembangunan jalan naik signifikan. "Mungkin untuk menyambungkan jalan-jalan yang kemarin sudah banyak dibangun," kata Sri Mulyani kepada wartawan, kemarin.

Pemerintah merencanakan pembangunan jalan sepanjang 837 kilometer (km), tahun depan. Pembangunan ini naik lebih dari dua kali lipat dari rencana 2019 yakni 406 km. Sedangkan pembangunan infrastruktur konektivitas lainnya seperti jembatan direncanakan 6,9 km, turun dari 2019 dan 2018 yang masing-masing mencapai 17,3 km dan 16,6 km. 

Sementara pembangunan jalur kereta juga turun menjadi 238,8 km’sp, dari rencana tahun ini 269,45 km'sp dan realisasi 2018 yaitu 351,45 km'sp. Selain untuk pembangunan tersebut, dana infrastruktur juga akan digunakan untuk penyelesaian bandara baru di tiga lokasi, 49 unit bendungan, serta 5.224 rusun dan 2.000 rumah khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sri Mulyani menjelaskan, selain murni dari anggaran negara, pembangunan infrastruktur juga akan diusahakan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). “Peran swasta dan BUMN akan didorong dengan potensi nilai proyek Rp 19,7 triliun pada 2020," ucap dia. 

Menkeu menyebutkan terdapat 11 proyek infrastruktur yang akan dijalankan melalui skema KPBU. Proyek tersebut yakni jalan non-tol Sumatera Selatan dengan estimasi nilai proyek Rp 900 miliar, jalan non-tol Riau sebesar Rp 1,1 triliun, pembangunan unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor Sumatera dan Jawa sebesar Rp 300 miliar. Selain itu, akan ada pembangunan proving ground balai pengujian laik jalan dan sertifikasi kendaraan bermotor Bekasi dengan nilai Rp 1,6 triliun. 

Kemudian, proyek pengembangan dan pengoperasian pelabuhan anggrek provinsi Gorontalo sebesar Rp 300 miliar, proyek kereta api Makassar-Parepare senilai Rp 1 triliun, serta pengembangan dan pengoperasian Pelabuhan Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tengah sebesar Rp 200 miliar. Lalu, proyek Palapa Ring Barat senilai Rp 1,2 triliun, Palapa Ring Tengah Rp 1 triliun, serta Palapa Ring Timur Rp 5,4 triliun dan Satelit Multifungsi Rp 6,6 triliun.kbc11

Bagikan artikel ini: