Ini dia sejumlah asumsi ekonomi makro 2020

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 06:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan asumsi ekonomi makro pada 2020 di hadapan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat  (DPR), Jumat (16/8/2019). Asumsi tersebut mencakup pertumbuhan ekonomi dan inflasi, nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ ICP), target lifting minyak dan gas bumi.

Dalam asumsi makro tersebut, Jokowi menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 ditargetkan berada pada tingkat 5,3%. Konsumsi dan investasi diharapkan dapat menjadi dua motor penggerak utamanya. "Inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1 persen untuk mendukung daya beli masyarakat," ujarnya.

Asumsi makro kedua, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.400 per dolar AS di tengah kondisi eksternal yang masih dibayangi oleh ketidakpastian. Nilai ini lebih rendah dibanding dengan asumsi yang tertulis pada APBN 2019, yakni Rp 15.000 per dolar AS.

Meski ekonomi global menunjukkan perlambatan, pemerintah tetap optimistis investasi terus mengalir ke dalam negeri. Sebab, persepsi positif atas Indonesia masih didapatkan dari negara lain dan terjadi perbaikan iklim investasi. "Dengan demikian, suku bunga SPN (Surat Perbendaharaan Negara) tiga bulan diperkirakan berada di tingkat 5,4 persen," tutur Jokowi.

Asumsi makro berikutnya, harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan berada di kisaran US$ 65 dolar AS per barel. Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan nominal di APBN 2019, yaitu US$ 70 . Dengan sensitivitas yang tinggi terhadap berbagai dinamika global, Jokowi memastikan, pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak dan komoditas global.

Asumsi selanjutnya, target lifting minyak dan gas bumi di tahun 2020 diasumsikan masing-masing sebesar 734 ribu barel dan 1,19 juta barel setara minyak per hari. Asumsi ini berdasarkan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, termasuk minyak dan gas bumi."Seluruh gambaran perkiraan indikator ekonomi makro di atas menjadi dasar dalam penyusunan RAPBN tahun 2020," ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan Indonesia patut bersyukur bahwa pembangunan ekonomi selama lima tahun belakangan menunjukkan capaian menggembirakan di tengah gejolak perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren meningkat dari 4,88% pada 2015 menjadi 5,17% di tahun 2018. Terakhir, semester pertama ini mencapai 5,06%.

Angka pengangguran pun menurun dari 5,81% pada Februari 2015, menjadi 5,01% pada Februari 2019. Penduduk miskin terus menurun dari 11,22 persen pada Maret 2015, menjadi 9,41% pada Maret 2019."Ini terendah dalam sejarah NKRI," terangnya.

Menyinggung  pada saat gejolak perekonomian global terus berlangsung , Presiden mengklaim pembangunan ekonomi Tanah Air selama lima tahun capaiannya menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi trennya meningkat dari 4,88% (2015) menjadi 5,17% (2018).

Angka pengangguran turun dari 5,81% pada Februari 2015 menjadi 5,01% pada bulan yang sama tahun ini. Lalu, jumlah penduduk miskin juga turun. Begitu pula dengan rasio gini atau indeks ketimpangan pendapatan. Ia juga menyebut perbaikan indeks pembangunan manusia, logistik, dan kualitas infrastruktur. “Berbagai capaian itu tidak terlepas dari reformasi fiskal yang telah kita lakukan,” kata Jokowi

Namun, tantangan ekonomi ke depan akan semakin berat dan kompleks. Perang dagang dan depresiasi nilai mata uang, seperti yuan Tiongkok dan peso Argentina, harus diwaspadai. “Saat negara-negara lain ekonominya melambat, ekonomi kita harus mampu tumbuh.Kita manfaatkan kesulitan sebagai kekuatan untuk bangkit, tumbuh, untuk Indonesia maju,” terangnya.

Kunci untuk mewujudkan hal itu, menurut Jokowi dengan meningkatkan daya saing nasional, terutama kualitas sumber daya manusia (SDM). Berbagai program pembangunan SDM sedang pemerintah siapkan. Harapannya, bonus demografi yang dimiliki Indonesia saat ini bisa menlahirkan generasi bertalenta dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Saya yakin dengan fokus pad peningkatan kualitas SDM, Indonesia dapat segera menjadi negara maju,” pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: