Re-branding, UTS siapkan kurikulum berbasis industri 4.0

Kamis, 15 Agustus 2019 | 21:24 WIB ET
Dari kiri; Rektor UTS Y. Kristanto, Ketua Yayasan UTS Budi Darmadi, dan Wakil Rektor I UTS Rukin.
Dari kiri; Rektor UTS Y. Kristanto, Ketua Yayasan UTS Budi Darmadi, dan Wakil Rektor I UTS Rukin.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Universitas Teknologi Surabaya (UTS) resmi melakukan re-branding dengan mendorong kualitas sarana prasarana manajemen, dan layanan digitai. UTS bahkan menahbiskan diri akan menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta dengan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) berbasis industri 4.0.

Ketua Yayasan UTS, Budi Darmadi mengatakan, langkah re-branding tersebut guna memudahkan dan meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa dan calon mahasiswa yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan mengikuti era teknologi dan informasi yang terus berkembang.

Dengan komitmen itu, Budi meyakini UTS akan menjadi wadah bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) ke depan.

"Kami yakin negara yang punya SDM tangguh itu akan bisa survive. Misalnya di industri otomotif, di dalamnya ada banyak industri-industri berkaitan lainnya seperti ada yang bikin lampu, kaca, kabel. Kalau satu industri kolaps, yang lain ikut kolaps," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Kamis (15/8/2019).

Rektor UTS, Y. Kristanto menjelaskan, kampus UTS memiliki keistimewaan dibandingkan perguruan tinggi lainnya, diantaranya adalah perbedaan kurikulum di UTS yang menerapkan kurikulum lokal dan muatan khusus yang disesuaikan dengan kompetensi pada masing-masing program studi, misalnya di Program Studi S-1 Manajemen, memiliki konsentrasi Manajemen Rumah Sakit dan Manajemen Bisnis. Pada konsentrasi Manajemen Rumah Sakit, mahasiswa akan dibekali dengan ilmu Manajemen Pelayanan Rumah Sakit, Manajemen Mutu Rumah Sakit, Manajemen Kearsipan Rumah Sakit dan lain sebagainya.

"Kampus UTS juga telah memiliki kelas karyawan berbasis industri 4.0 yang proses pelaksanaannya cukup berbeda dengan berbagai kampus yang lain, salah satunya adalah pembelajaran yang berbasis riset dan berbasis mahasiswa, sehingga nanti kampus UTS akan melahirkan Iulusan-Iulusan yang memiliki kualitas serta integritas intelektual, berdaya saing tinggi baik secara akademis begitu pula moral," bebernya.

Kurikulum yang berlaku di UTS pun berdasarkan Permenristekdikti no. 44 tahun 2015 tentang SN-DIKTI, dimana lulusannya diarahkan untuk menguasai dasar-dasar ilmiah dan keterampilan dalam bidang keahlian sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada di dalam kawasan keilmuannya, sehingga mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat.

"Dan yang menarik kampus UTS memberi kesempatan gratis biaya formulir pendaftaran mahasiswa baru untuk 300 pendaftar pertama via website. Dan kami siapkan 100 kursi untuk program full beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Jadi ini kesempatan terbaik yang bisa dimanfaatkan," tandas Kristanto yang menargetkan bisa menyerap minimal 30 mahasiswa baru di setiap program studi di tahun ini.

Sementara itu Wakil Rektor I UTS, Rukin menuturkan, bahwa kampus UTS dibangun bukan hanya untuk belajar menimba ilmu, akan tetapi seluruh lulusan UTS juga diharapkan dapat melahirkan karakter-karakter yang berbudi pekerti dan lulusannya pasti cemerlang.

Selain itu, katanya, metode pengajaran yang diterapkan di UTS juga memiliki karakteristik khusus di dalam proses pembelajarannya, yang memfokuskan cara interaktif, holistik, integratif, saintifik, konstektual, tematik, efektif dan berpusat pada student centerlearning. 

"Intinya kami merupakan perguruan tinggi yang menerapkan kurikulum KKNI berbasis industri 4.0," pungkasnya. 

Saat ini UTS memiliki 7 prodi dengan 3 fakultas, yakni Prodi Administrasi Negara, Prodi Akuntansi, Prodi Ilmu Hukum, Prodi Magister Manajemen, Prodi Manajemen, Prodi Sastra Inggris dan Prodi Teknik Elektro. kbc7

Bagikan artikel ini: