Gugatan dianggap salah alamat, kreditur Nyonya Meneer tetap desak penjualan 72 merek dibatalkan

Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:44 WIB ET

SEMARANG, kabarbisnis.com: Gugatan yang diajukan empat kreditur konkuren yang diwakili advokat Okky Wicaksana ke Pengadilan Niaga Semarang dinilai salah alamat.

Sidang gugatan pembatalan penjualan aset 72 merek Nyonya Meneer senilai Rp 10,25 miliar sendiri berlangsung di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (15/8/2019).

Okky Wicaksana menyatakan, pihak tergugat yaitu kurator, kemenkumham dan KPKNL menolak gugatan yang diajukannya karena dianggap error in persona atau salah alamat.

"Namun begitu kami masih tetap pada gugatan kami," katanya menanggapi jawaban tergugat di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (15/8/2019).

Okky menilai, kurator tergesa-gesa dalam menjual 72 merek Nyonya Meneer tersebut. Apalagi penjualan brand dilakukan tanpa sertifikasi yang diperpanjang. Pihaknya mempertanyakan appraisal yang dilakukan dengan brand dengan sertifikasi merek sudah kadaluarsa.

"Ibarat rumah yang HGBnya habis, tentu harganya anjlok, turun. Mengapa tidak menunggu sebentar hingga sertifikat diperpanjang, toh sedang diurus kan?" katanya.

Okky menuturkan, nilai itu terlalu jauh dari jumlah utang yang dimiliki Nyonya Meneer.

Sayangnya, pihak tergugat baik kurator, kemenkumham maupun KPKNL keberatan menanggapi sidang tersebut. "Enggak ada komen dulu," kata wakil dari kurator yang enggan disebut namanya. kbc7

Bagikan artikel ini: