Mulai 2020, bayar tol tanpa henti di Tangerang-Merak mulai beroperasi

Jum'at, 9 Agustus 2019 | 07:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menargetkan fungsi Single Lane Free Flow (SLFF) atau sistem pembayaran tanpa henti dalam setiap lajur transaksi di jalan tol Tangerang-Merak mulai bisa diterapkan di tahun 2020 nanti.

"Tahun 2020, sudah bisa diaplikasikan di semua jalan tol," kata Kepala BPJT Danang Parikesit saat meninjau uji coba SLFF di Tol Tangerang-Merak, di Gerbang Tol Ciujung, Banten, Kamis (8/8/2019).

Danang mengatakan, saat ini BPJT mendorong agar seluruh operator jalan tol melakukan uji coba secara sukarela dengan berbagai macam teknologi. Barulah nanti, BPJT akan memilih teknologi mana yang paling baik diterapkan.

Sistem pembayaran tol tanpa henti, kata Danang, adalah salah satu upaya pemerintah dan operator jalan tol meningkatkan layananan jalan tol. Sistem ini telah mulai di uji coba dan simulasikan sejumlah operator jalan tol sejak awal 2019 lalu.

Salah satunya adalah Astra Intra Toll Tangerang-Merak atau PT Marga Mandalasakti (MMS), operator tol Tangerang-Merak. Presiden Direktur PT MMS Krist Ade Sudiyono mengatakan, MMS telah melakukan simulasi dan uji coba SLFF ini sejak akhir Februari 2019 lalu di empat gerbang tol Tangerang-Merak.

"Di Cikupa, Cikande, Serang Barat dan Serang Timur. Kami juga terus memperluas dan meningkatkan uji coba teknologi ini," kata Krist Ade.

Ade juga menjelaskan, teknologi yang digunakan dalam SLFF di jalan tol Tangerang-Merak ini menggunakan teknologi Dedicated Short Range Communication (DSRC). Teknologi ini memungkinkan penyimpanan data atau identitas kendaraan di dalam alat yang diletakkan di dalam kendaraan atau on board unit (OBU).

Sistem kerja DSRC dengan berbasis pada pertukaran alat informasi antara alat dan pembaca atau reader menggunakan gelombang 5,8 GHz dengan jarak dekat dan penggunaan emisi energi yang rendah.

"Reader yang diletakkan di atas jalan yang berada di gerbang atau gantries, akan mendeteksi dan mengklasifikasikan kendaraan yang melintas sehingga tarif yang dibayarkan akan lebih akurat sesuai dengan jenis kendaraan dan jarak tempuh," kata Krist Ade.

Saat ini, MMS sedang uji coba yang meningkat, seperti dari penggunaan sistem pembayaran bulan hanya e wallet tapi lebih ke multi pembayaran. "Mobile cash, linkaja, master card juga bisa," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: