Anggaran terbatas, PNS belum bisa beli rumah subsidi tahun ini

Kamis, 8 Agustus 2019 | 06:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Para aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) yang ngebet ingin membeli rumah subsidi tampaknya harus gigit jai dulu. 

Pasalnya, pemerintah masih menghadapi keterbatasan anggaran sehingga skema pembiayaan rumah untuk abdi negara belum bisa terwujud.

"Jadi gini kan tahu perdebatannya selalu selama ini, rumah ASN bagus kita bikin, tapi jangan sampai kita launch rumah ASN sedangkan kita dicurigai anggaran terbatas. Maka kemudian saya harus bicara dengan baik itu pengembang, kita sebetulnya informal sudah sering bicara mengenai itu," kata Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR Eko D Heripoerwanto di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).

Eko menjelaskan, pemerintah belum mengubah kriteria ASN yang mendapat skema pembiayaan ini. Salah satunya batas penghasilan sampai Rp 8 juta.

Dia melanjutkan, untuk skema pembiayaan rumah ASN akan disinkronkan dengan ketentuan baru untuk kriteria masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Sementara masih itu (kriterianya) nanti kita coba harmonisasi peraturan-peraturan baru yang keluar. Tadi saya nggak sebutkan, sebetulnya sudah ada Permen tentang kriteria MBR, cuma belum launching akan kita jalankan di 2020. Kita akan harmonisasi kan itu. Itu yang kemudian nanti membuat tadi kan ada yang menyinggung apakah tahun depan masih dengan (penghasilan) Rp 4 juta, apa Rp 6 juta, Rp 7 juta diatur kriteria MBR," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan pemerintah akan menyediakan rumah dengan skema FLPP bagi ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri. JK menargetkan pada tahap pertama menyasar satu juta rumah baik untuk ASN, prajurit TNI maupun anggota Polri.

"(Target) satu juta. Antara ASN, TNI-Polri. Itu di seluruh Indonesia," kata JK.

JK mengatakan pemerintah akan bekerja sama dengan pihak perbankan. Dengan skema tersebut, ASN bisa mendapat rumah dengan cicilan murah.

"Itu sekarang diberikan juga baik yang mempunyai penghasilan Rp 8 juta. Semua eselon I, II, III, IV semua berhak mendapat fasilitas itu dengan bunga murah. Jadi kreditnya panjang, 20 tahun, itu bunganya murah antara 5-7%," ucapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: