Kalah di WTO, Kemendag restui buka kran impor unggas

Rabu, 7 Agustus 2019 | 21:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Brasil telah memenangkan gugatan Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organisation (WTO) berkaitan sengketa dagang komoditas unggas ayam. Lalu bagaimana dengan respon pemerintah Indonesia?

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia bakal membuka keran impor bagi komoditas ayam asal Brazil. Hal ini menyusul kekalahan Indonesia atas gugatan yang diajukan pemerintah Brazil ke WTO.

"Kita tidak mungkin menyatakan tidak bisa (melarang impor red), kalau kita melarang dengan berbagai ininya. Melanggar ketetapan WTO ya kita pasti salah," kata Enggar kepada wartawan  di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Mendag menjelaskan Indonesia saat ini harus menyesuaikan kebijakan dengan rekomendasi dari WTO. Artinya Indonesia harus menyesuaikan sejumlah ketentuan importasi ayam."Prosesnya dari tahun 2014 kita disengketakan di WTO yang memang berdasarkan ketentuan di WTO kita menyalahi berbagai ketentuan yang ada di dalam WTO itu sudah dalam, di panel juga sudah disampaikan. Dan sehingga dengan demikian tidak ada pilihan lain untuk kita menyesuaikan sesuai rekomendasi dari WTO," imbuhnya.

Jika Indonesia tidak menjalankan rekomendasi, dalam tidak membuka keran impor ayam dari Brazil, maka tentu ada konsekuensi yang bakal diterima, termasuk kemungkinan adanya retaliasi dari Brazil."Kalau tidak ya mereka memiliki hak untuk melakukan retaliasi dengan berbagai produk yang sama atau produk lainnya.Kita buka dulu, tapi ingat disini ada (aturan) halal," tegas Enggar.

Kami digugat mengenai masalah kepatuhan," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (19/6).

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan pemerintah Indonesia telah merevisi ketentuan mengenai hewan dan produk hewan sebagai tindak lanjut dari keputusan WTO sebelumnya. Hal itu ditandai dengan terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 29 Tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan.

Sebagai informasi, Brasil membawa permasalahan perdagangan ayam tersebut ke WTO sejak 2014 dan memenangkan gugatan pada 2017. Brasil kemudian kembali membawa permasalahan tersebut ke WTO, karena Indonesia belum juga membuka keran impor ayam.

Saat ini, Brazil membuka panel untuk menyelidiki kebijakan aturan impor Indonesia atas komoditas ayam dari negaranya. Diketahui, ayam dari Brazil tidak bisa masuk ke Indonesia sebab tidak mengantongi sertifikasi sanitasi internasional dan sertifikat halal.kbc11

Bagikan artikel ini: