Tak update perizinan online, Jonan ancam anak buahnya pindah ke gunung

Rabu, 7 Agustus 2019 | 07:01 WIB ET
Menteri ESDM Ignasius Jonan
Menteri ESDM Ignasius Jonan

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan "mengancam" jajarannya dimutasi ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG).

Unit kerja di Kementerian ESDM tersebut memiliki tugas menjaga gunung api. Ancaman tersebut dilontarkan Jonan bagi jajarannya jika tak berhasil mengembangkan aplikasi perizinan berbasis online.

Pada Selasa (6/8/2019), Jonan meluncurkan aplikasi online sistem teknologi informasi (TI). Ia mengaku, dirinya sampai meminta bantuan Direktur IT PT Kereta Api Indonesia (Persero) Kuncoro Wibowo.

Pasalnya, Jonan menilai sistem TI di Kementerian ESDM tidak up to date. Adapun Kuncoro membantu menyusun cetak biru pengelolaan sistem informatika Kementerian ESDM.

"Sistem IT di sini kok enggak up to date, masa kalah dengan KAI. Sampai akhirnya saya panggil Direktur IT KAI Pak Kuncoro, minta bantuan beliau. Enggak pakai ongkos (biaya) karena beliau sangat kagum dengan saya," katanya sambil tertawa.

Namun demikian, Jonan menuturkan Kuncoro masih menemui masalah dalam melakukan reformasi sistem TI di Kementerian ESDM. Hingga pada suatu hari, Jonan harus melakukan sendiri.

Padahal, dia ingin sistem perizinan online bisa selesai sebelum ia selesai menjabat pada Oktober mendatang. 

"Saya panggil Wamen (Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar), lalu bilang, kita bikin sendiri saja nanti kalau ada yang enggak mau saya bebastugaskan. Tapi kalau dibebastugaskan negara rugi. Kebetulan kami membawahi Badan Geologi yang di bawahnya ada PVMBG, termasuk di dalamnya itu pengamat gunung api. Jadi kita pindahin ke situ saja," ungkap Jonan.

Menurut Jonan, layanan perizinan online merupakan hal penting di era saat ini. Sebab, sistem perizinan online akan dapat mempermudah dan mempercepat proses pengajuan perizinan agar investor bisa segera merealisasikan investasinya.

"Kalau pelayanan ke masyarakat tidak cepat, pertumbuhan bisa terganggu. Bukan peningkatan kemakmuran yang terlambat, tapi penciptaan lapangan kerja. Setiap tahun ada 2 juta orang lho (tenaga kerja yang bisa diserap). Kalau investasi, bisnis, tidak jalan mau dikasih kerja apa?" ujar Jonan. kbc10

Bagikan artikel ini: