Hati-hati! Kini marak blast SMS penawaran jasa penutupan kredit

Senin, 5 Agustus 2019 | 06:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Masyarakat khususnya pengguna ponsel erus menjadi sasaran pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Setelah marak pesan pendek yang menawarkan pinjaman instan secara online, kini marak menawarkan jasa penutupan akun kartu kredit maupun kredit tanpa agunan (KTA) meski tagihan masih berlangsung.

Yang perlu diwaspadai, jasa penutupan kredit tersebut dikirim bukan melalui aplikasi pesan biasanya melainkan melalui pop up messege. Sehingga mengesankan pesan tersebut dikirimkan resmi dari operator selular maupun fitur dari aplikasi yang ada di ponsel seperti mobile banking.

Atas hal ini, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Agung Harsoyo menjelaskan, penyebaran blast SMS tersebut dilakukan bukan oleh operator. Pun sejatiya cukup mudah untuk dilakukan hanya dengan bermodal alat macam mobile blaster maupun Fake BTS.

Penyebaran blast SMS ini pun marak diterima menjelang pemilihan umum lalu. Isinya pesan-pesan kampanye negatif terhadap partai maupun calon presiden tertentu.

“Yang melakukan penyebaran SMS itu bukan operator. Dengan alat tersebut mereka bisa menyebarkan SMS seolah-olah dari pemilik resmi nomor. Fake BTS ini memancarkan frekuensi seolah-olah BTS operator. Padahal sesungguhnya ini murni tanpa melalui core atau billing system operator. Mereka melakukan intersepsi di antara BTS dan pelanggan telepon selular,” katanya, seperti dikutip, Minggu (4/8/2019).

Agung bilang, para pihak yang melakukan blast SMS ini mesti menghentikan kegiatannya. Sebab, kegiatan intersepsi tersebut ilegal dan melanggar UU 11/2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengimbau bagi masyarakat untuk yang menerima pesan semacam itu untuk waspada. Sebab, hal tersebut bukan merupakan jasa yang diberikan oleh lembaga jasa keuangan.

“Sumbernya tidak jelas, dan yang pasti ini bukan dari pelaku sektor jasa keuangan. Masyarakat mesti waspada terhadap modus usaha yang menawarkan pelunasan atau keringanan kredit dan tidak perlu mengikuti kegiatan demikian,” kata Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot.

Sementara itu Direktur Konsumer PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, anggota indeks Kompas100) Tambok P. Simanjuntak menegaskan, blast SMS tersebut merupakan ilegal karena bukan program yang dijalani bank.

Direktur Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Lani Darmawan juga mengungkapkan hal senada. “Pesan seperti itu bukan dari bank, dan saya juga tidak mengerti bagaimana caranya. Yang jelas masyarakat mesti mewaspadai," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: