Dibanjiri baja impor, laba Krakatau Steel anjlok 76,1 persen

Minggu, 4 Agustus 2019 | 09:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencatat kinerja yang kurang moncer pada semester I 2019. Hal ini terlihat dari pendapatan perusahaan yang mengalami penurunan jika daibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY).

Pendapatan Perseroan turun sebesar 17,82 persen menjadi US$702,05 juta dibanding periode yang sama tahun lalu. Selain itu, kondisi yang menantang ini juga menggerus laba kotor Perseroan sebesar 76,11 persen atau menjadi US$23,98 juta YoY.

Sepanjang Semester I 2019, Perseroan berhasil meningkatkan penjualan untuk produk HRC (Hot Rolled Coil) dan Pipa baja dari periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 5,52 persen dan 18,63 persen menjadi 608.493 ton dan 46.949 ton. Namun demikian, total keseluruhan penjualan menurun 16,78 persen menjadi 870.995 ton untuk periode yang sama dengan tahun 2018.

Hal ini disebabkan oleh menurunnya penjualan pada produk baja lainnya seperti Cold Rolled Steel, Wire Rod, Bars & Section yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 47,44 persen, 77,62 persen, 39,44 persen, 44,82 persen.

Penurunan penjualan terbesar terjadi pada produk wire rod menjadi 12.279 ton dari yang sebelumnya 54.858 ton di semester 1 tahun lalu.

"Maraknya baja impor dengan praktik unfair trade menjadi salah satu penyebab utama tidak terserapnya produk baja untuk infrastruktur tersebut," kata Corporate Secretary Krakatau Steel Pria Utama dalam keterangannya, Sabtu (3/8/2019). kbc10

Bagikan artikel ini: