WP yang lapor SPT baru capai 67,2 persen

Minggu, 4 Agustus 2019 | 09:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mencatat, dari target kepatuhan pelaporan surat pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak penghasilan (PPh) tahun ini sebesar 85%, hingga saat ini realisasi pelaporan SPT baru 67,2%.

Data Ditjen Pajak memerinci hingga Juli 2019 terdapat 42,5 juta wajib pajak (WP). Dari jumlah itu, hanya 18,3 juta WP yang masuk dalam kelompok WP wajib melaporkan SPT.

Nah, ternyata, sampai sekarang SPT yang diterima Ditjen Pajak baru 12,32 juta pucuk. Padahal, batas akhir pelaporan SPT PPh tahun 2018 sudah terlewati: 31 Maret 2019 untuk WP orang perorangan (OP) dan 30 April 2019 bagi WP badan paling.

Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak Yon Arsal mengatakan, sejauh ini realisasi kepatuhan pelaporan SPT hanya 67,2%. 

"Dari target kami 85% ada gap sebesar 17,8% atau 3,2 juta SPT," jelasnya pada acara media gathering 2019, Jumat (2/8/2019).   

Keterlambatan pelaporan SPT bisa berujung pada denda administrasi. Ditjen Pajak mengenakan denda Rp 100.000 untuk WP OP dan Rp 1 juta bagi WP badan.

Menurut Yon, masih ada waktu hingga lima bulan ke depan untuk mengejar target kepatuhan pelaporan SPT. "Selama periode itu, kami akan terus mendorong WP laporkan SPT. Terutama bagi WP yang selama ini sudah lapor SPT, akan dikonfirmasi kenapa tidak lapor, serta cara-cara lainnya yang persuasif dan edukatif," papar Yon. kbc10

Bagikan artikel ini: