Laba Gudang Garam melambung 20,56% tembus Rp4,28 triliun di semester I

Kamis, 1 Agustus 2019 | 08:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM, anggota indeks Kompas100) mencatatkan pertumbuhan kinerja di semester I 2019. Pendapatan maupun laba bersih emiten rokok ini tumbuh secara year on year (yoy).

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Rabu (31/7/2019), GGRM membukukan pendapatan sebesar Rp 52,74 triliun. Angka itu tumbuh sebesar 16,42% dibanding pendapatan di periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 45,30 triliun.

Berdasarkan varian produk, sigaret kretek mesin menjadi kontributor terbesar dengan nilai penjualan sebesar Rp 48,27 triliun. Sigaret kretek tangan menjadi kontributor kedua terbesar dengan nilai Rp 3,80 triliun. Rokok klobot menyusul dengan nilai penjualan sebesar Rp 17,77 miliar.

Penjualan domestik masih menyumbang pernjualan terbesar dengan nilai mencapai Rp 51,93 triliun. Sedangkan sisanya, atau sekitar Rp 814,43 miliar disumbang dari pasar ekspor. Sebagai informasi, nilai penjualan ekspor GGRM itu turun 41,2%. Di semester I tahun lalu, GGRM masih meraup pendapatan pasar ekspor sebesar Rp 1,15 triliun.

Beberapa pos beban juga mengalami kenaikan. Beban penjualan misalnya bertambah 0,8% dari Rp 2,50 triliun menjadi Rp 2,52 triliun. Beban umum juga naik tipis sebesar 0,5% dari Rp 4,05 triliun menjadi Rp 4,03 triliun.

Alhasil, GGRM masih membukukan pertumbuhan laba. Per 30 Juni 2019, GGRM meraup laba sebesar Rp 4,28 triliun. Laba itu lebih besar 20,56% secara year on year. Asal tahu, di periode yang sama tahun lalu, GGRM meraup laba sebesar Rp 3,55 tirliun.

Dari pos aset, GGRM mengalami penurunan. Secara year on year penurunan itu sebesar 3,5%. Di akhir tahun 2018 lalu, aset GGRM masih sebesar Rp 69,09 triliun. Sedangkan per semester satu tahun ini, aset GGRM menyusut menjadi Rp 66,70 triliun.

Meski begitu, liabilitas GGRM sendiri juga berkurang. Per 31 Desember 2018, liabilitas GGRM mencapai Rp 23,97 triliun. Sedangkan liabilitas GGRM di semester I tahun ini tercatat Rp 22,28 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: